Perkenalkan ini, Muhammad Al Hindawi, santri kelas 12 Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar yang dapat perhatian NASA dan University of Melbourne. Bagaimana tidak, Al Hindawi berhasil menemukan dan melaporkan celah keamanan di sistem kedua lembaga tersebut.
Hasil temuannya, kini telah mendapat validasi dari tim keamanan masing-masing institusi. Menariknya lagi, temuan ini merupakan hasil belajar cybersecurity secara otodidak alias mandiri!
Al Hindawi mempelajari bidang cybersecurity sekitar 4-5 bulan terakhir. Ia memanfaatkan berbagai tutorial dari tayangan YouTube dan laporan riset kemanan siber yang dipublikasikan peneliti lain melalui platform Bugcrowd.
"Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saat menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain, lalu mengecek status response code-nya menggunakan httpx. Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkenal SQL injection," tuturnya dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Jumat (18/9/2026).
Kerentanan di Sistem NASA dan University of Melbourne
Celah keamanan yang ditemukan Al Hindawi di sistem NASA dan University of Melbourne adalah kerentanan kritis (critical vulnerability) jenis SQL Injection. SQL Injection adalah kerentanan keamanan siber yang terjadi ketika situs web atau aplikasi gagal memvalidasi input dari pengguna dengan benar.
Kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menyisipkan perintah jahat guna mengakses, mengubah, hingga mencuri informasi di dalam basis data sistem. Temuan tersebut kemudian dilaporkan Al Hindawi melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd.
Kini, laporan itu sudah mendapat validasi dari tim keamanan masing-masing institusi. Al Hindawi juga menerima Letter of Recognition (LOR) dari NASA serta konfirmasi validasi dari tim Cyber Operations University of Melbourne.
Ternyata ini bukan yang pertama Al Hindawi menemukan celah keamanan pada sistem. Sebelumnya, ia menemukan kerentanan pada sistem pesantrennya sendiri yakni, Pondok Pesantren Al Imam Ashim.
Al Hindawi menyebut temuan ini menjadi pengalaman dan bagian dari proses belajar yang baru. Ke depan, ia mengaku akan terus mengembangkan kemampuan cybersecurity-nya secara otodidak.
Simak Video "Video: Bikin Bangga! Siswa SMA di Pinrang Dapat Penghargaan dari NASA"
(det/nwk)