Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas sebanyak 2.452 alumni Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) pada Kamis (17/9/2026) untuk bekerja di luar negeri. Para alumni sebelumnya menempuh pendidikan di 20 lembaga kursus dan pelatihan (LKP).
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, para alumni LKP akan ditempatkan ke berbagai negara. Sebanyak 1.831 orang akan berangkat ke Bulgaria, 692 orang ke Jepang, 212 orang ke Turki, dan 76 orang ke Malaysia.
"Para alumni juga tersebar ke Taiwan sebanyak 39 orang, Rumania 7 orang, Thailand 27 orang, Kroasia 1 orang dan Maldives 2 orang," kata Tatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut ia sampaikan pada Peluncuran Dapodik Lembaga Kursus dan Pelepasan 2.452 Alumni LPK Bekerja ke Luar Negeri di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Kursus Spa buat ke Turki
School Director of Puspita Martha International Beauty School, Wulan Maharani Tilaar Foto: Trisna Wulandari/detikcom |
Pada pelepasan simbolis tersebut, School Director of Puspita Martha International Beauty School, Wulan Maharani Tilaar mengatakan sebanyak 25 peserta di LKP-nya merampungkan pembelajaran program PKK Platinum untuk kursus keterampilan spa hari ini, Kamis (17/9).
Para peserta didik kemudian akan mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi kompetensi spa pada Jumat (18). Terapis spa bersertifikat tersebut kemudian akan didistribusikan untuk bekerja di industri spa di Turki.
"Nah, untuk batch kali ini kita fokus di negara Turki. Nanti tidak menutup kemungkinan mereka akan di Eropa, biasanya Turki itu menjadi hub. Kemudian nanti mereka akan ke Eropa Timur atau ke Eropa Barat. Nah, tapi untuk saat ini 16 orang tadi sudah diterima bekerja di Turki," ucapnya.
Director of Martha Tilaar SPA ini menjelaskan, para peserta didik dari berbagai daerah menjalani pendidikan berasrama Senin-Sabtu mulai dari teori, technical dan management skill, bahasa Inggris, dan service excellence, termasuk pembuatan iseperti lemon grass, ginger, dan gula asam dari bahan-bahan khas Indonesia.
Peserta kursus keterampilan spa khususnya mempelajari Indonesia, Javanese, Balinese, dan international massage sesuai permintaan agen user.
"Jadi sangat relate ya, nanti setelah lulus langsung bisa bekerja. Nah, kalau untuk international massage tadi ada Lomi-Lomi, Thai massage, kemudian ada Cleopatra, terus pastinya ya yang dasar itu scrub, masker," tuturnya usai acara.
Agar dapat lulus uji kompetensi, Wulan mengatakan peserta didik harus memenuhi kebutuhan skill, pengetahuan, dan attitude. Dari aspek teori, peserta didik sebelumnya juga diajarkan teori anatomi dan fisiologi.
"Jadi nanti ada teorinya juga, kemudian praktiknya pasti, sama attitude-nya nanti kita dilihat dari penilaian sehari-hari. Karena kan kita sudah ber-engagement nih, selama 48 hari kan pasti udah tahu mana yang punya attitude baik, mana yang kurang baik, nah itu kita pasti akan kasih masukan, mentoring supaya dia menjadi lebih baik," tuturnya.
"At the end of the day kan orang pasti attitude juga penting banget ya, walaupun dia jago banget, tapi kalau attitude-nya kurang baik kan akan sulit diterima banyak orang," imbuhnya.
Sementara itu, proses persiapan dan rekrutmen kerjanya antara lain pemberkasan administratif seperti CV dan perkenalan serta wawancara daring bersama agen user.
"Setelah pelatihan, ada waktu tiga bulan nih persiapan, jadi interview, seleksi, terus kemudian nanti ada medical check-up, visa, segala macam itu tiga bulan. Selama itu kita ada on-the-job training," tuturnya.

