Kuliah di jurusan kedokteran kerap dicap mahal, apalagi jika mengambil jurusan tersebut di perguruan tinggi swasta (PTS). Contohnya di President University, biaya kuliah kedokteran bisa menjadi Rp 50 juta per semester.
Namun, biaya yang tinggi tersebut bisa dicukupi lewat bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Seperti yang dirasakan oleh Citra Lestri, mahasiswa Kedokteran President University.
Citra menuturkan, sebagai penerima KIP Kuliah, ia bisa mendapat gratis biaya kuliah, bahkan bebas dari uang bangunan yang mencapai Rp 500 juta. Dengan demikian, impian mengenakan jas putih tersebut baginya bisa mulai terwujud.
"Karena beasiswa kedokteran ini tuh kan maksudnya tidak semua orang bisa. Jadi ketika saya diberikan kesempatan ini, saya berharap saya bisa menyelesaikan studi tersebut dan juga bisa menjadi dokter yang kompeten untuk masyarakat," tuturnya saat ditemui dalam acara Peluncuran SatuBeasiswa di Gedung D Kemdiktisaintek, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Rabu (16/9/2026).
Pengalaman serupa berhasil diraih oleh Rohmatul Wafa'i, mahasiswa baru Prodi Kedokteran Gigi di Universitas Medika Suherman. Ia bisa kuliah kedokteran gratis berkat KIP-Kuliah.
Buka secara tiba-tiba, ia mendapatkan bantuan pendidikan ini setelah aktif mencari informasi beasiswa di media sosial. Ia berharap dengan beasiswa bisa meraih cita-citanya sebagai dokter.
"Jadi awalnya saya kan emang punya motivasi yang tinggi buat melanjutkan pendidikan. Namun, terkendala biaya pada keluarga. Jadi, saya sangat bertekad kuat untuk cari info-info beasiswa gitu," tutur Wafa dalam kesempatan yang sama.
Tips Dapat KIP Kuliah
Karena Citra memilih kedokteran, seleksi KIP Kuliah menurutnya lebih ketat. Ia harus melewati serangkaian seleksi administrasi hingga psikotes.
"Kalau kita kemarin dari LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi)-nya dulu. Jadi kita seleksi administrasi, lalu wawancara, dan dilanjutkan ke President University. Di President University sendiri kita ada seleksi administrasi dan juga tes-tes juga. Ada kayak psikotes, terus juga tes Inggris dan pengetahuan umum serta wawancara. Terakhir menggunakan bahasa Inggris," tuturnya.
Ia kemudian membagikan tips supaya bisa lolos KIP Kuliah. Menurutnya, penilaian paling besar dilihat dari hasil psikotes hingga wawancara.
"Menurut saya yang paling penting itu mungkin di tes psikotes, terus juga Inggris, dan juga umum, dan juga wawancara. Itu menurut saya yang paling sangat amat susah untuk di seleksinya," katanya
Wafa menuturkan, ia juga harus melewati berbagai tahapan tes ketat, mulai dari seleksi tertulis, Computer Based Test (CBT), hingga pemeriksaan kesehatan (medical check-up).
Ia berharap dengan KIP-Kuliah ini masalah pembiayaan tidak lagi memberatkan kedua orang tuanya. Wafa mengaku bersyukur karena KIP Kuliah juga membiayai kebutuhan sehari-hari.
Sembunyikan kutipan teks
"Harapannya saya bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik, sehingga nanti dapat lulus dan menjadi dokter yang bermanfaat, mampu mengangkat derajat orang tua, serta berkontribusi bagi bangsa dan negara," ujar Wafa.
Simak Video "Video: Pemerintah Pastikan UKT 2025 Tak Naik, Kuota KIP Kuliah Diperbanyak"
(cyu/twu)