Ada saja gebrakan yang dilakukan oleh China. Pertama di dunia, kini museum untuk reptil terbang telah dibuka di Xinjiang, China. Hewan prasejarah yang dikenal sebagai pterosaurus itu merupakan reptil bersayap yang punya kekerabatan dengan dinosaurus.
Museum tersebut telah dibuka pada Minggu (13/9/2026) waktu setempat. Museum ini berada di taman geologi nasional di wilayah Hami, Xinjiang. Lokasi tersebut populer dengan banyaknya penemuan fosil pterosaurus.
Museum ini memiliki luas area pameran sekitar 4.600 meter persegi. Museum Pterosaurus Hami terdiri dari enam aula berbentuk oval dengan tata letak bertingkat. Jika dilihat dari atas, museum itu menyerupai sekelompok telur pterosaurus yang tergeletak di gurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Xinhua, fosil yang dipamerkan juga mencakup spesimen yang ditemukan selama lebih dari dua dekade penggalian oleh para peneliti dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi, Akademi Ilmu Pengetahuan China (CAS).
Selain itu, di sana ada fosil telur dan embrio pterosaurus yang diawetkan dalam bentuk 3D pertama di dunia. Ada juga spesimen pterosaurus besar yang kini dipamerkan pertama kali di depan publik.
Untuk pertama kali, semua spesimen pterosaurus dipamerkan bersamaan. Menurut pihak Museum, pameran di museum tersebut turut menyajikan rekonstruksi panorama kehidupan dan evolusi pterosaurus selama periode Cretaceous sekitar 130 juta tahun yang lalu.
Kepala institut CAS, Xu Xing mengatakan, museum ini tidak hanya menyoroti peran utama China dalam penelitian pterosaurus global, tetapi juga menawarkan kepada publik kesempatan untuk menyaksikan penemuan ilmiah dari dekat dan menghargai keajaiban kehidupan purba.
