×
Ad

CTARSA Foundation Bantu Satgas Karhutla Kalteng, Bagikan 8.000 Masker

CT Arsa Foundation - detikEdu
Minggu, 13 Sep 2026 10:30 WIB
Foto: CTARSA Foundation
Palangka Raya -

CTARSA Foundation ikut turun tangan mendukung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Berkolaborasi dengan Kodam XXII/Tambun Bungai, CTARSA Foundation memberikan bantuan 8.000 masker sekaligus menggelar pemeriksaan kesehatan bagi personel Satgas Karhutla.

Kebakaran di kawasan lahan gambut Kalimantan Tengah menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas. Medan yang sulit, suhu panas, hingga kepungan asap membuat proses pemadaman membutuhkan tenaga ekstra. Ratusan personel TNI pun harus bergantian bekerja selama 24 jam untuk mengendalikan api.

Sebagai bentuk dukungan bagi para petugas di lapangan, CTARSA Foundation bersama Kodam XXII/Tambun Bungai mengadakan pemeriksaan kesehatan di Pos Tabat Kalsa, kawasan Masjid Al Qadar, Kelurahan Sebaru, Kecamatan Sebangau, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, CTARSA Foundation juga menyerahkan 8.000 lembar masker. Bantuan ini diharapkan dapat membantu melindungi personel Satgas Karhutla yang setiap hari harus bekerja di tengah udara yang terdampak asap kebakaran.

Pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Pasalnya, para petugas tidak hanya menghadapi medan gambut yang sulit, tetapi juga harus bekerja dalam kondisi panas dan terpapar asap selama proses pemadaman.

Kapendam Kodam XXII/Tambun Bungai Dodo Sahata mengapresiasi dukungan CTARSA Foundation berupa masker dan pemeriksaan kesehatan bagi personel yang bertugas di Posko Tabat Kalsa.

Menurut Dodo, posko Satgas Karhutla Kodam XXII/Tambun Bungai memiliki peran penting dalam menunjang operasional petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.

"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, posko dilengkapi dapur umum yang menyediakan makanan bagi para personel, tenda tempat istirahat dan masjid sebagai tempat ibadah. Fasilitas-fasilitas ini membantu menjaga kebutuhan logistik selama petugas menjalankan tugas di lapangan," ujar Dodo.

Sementara itu, Head of Corporate Communication CTARSA Foundation Andra Lesmana yang turun langsung ke lokasi mengapresiasi perjuangan para personel Satgas Karhutla dalam mengendalikan kebakaran dan asap.

Andra mengatakan proses pemadaman di lahan gambut tidak mudah. Meski permukaan tanah telah disiram air, bara api dapat tetap tersimpan di lapisan gambut sehingga berpotensi kembali menyala ketika cuaca kering dan angin bertiup.

"Setelah menyaksikan langsung, begitu sulitnya proses pemadaman api dan asap di lokasi kebakaran hutan karena yang terbakar merupakan lahan gambut. Meski sudah disiram air, bara api yang berada di dalam tanah sulit tersentuh air sehingga api bisa berkobar lagi saat kondisi kering dan berangin," ujar Andra.

Ia menambahkan, kehadiran CTARSA Foundation menjadi bentuk nyata dukungan kepada petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla.

"Kehadiran CTARSA Foundation di sini merupakan wujud konkret dukungan kepada petugas dan relawan penanggulangan karhutla. Semoga makin banyak pihak yang bisa mengambil peran dalam menanggulangi karhutla di sini," lanjutnya.

Dari Posko Tabat Kalsa, semangat gotong royong terus dijaga. CTARSA Foundation pun mengajak lebih banyak pihak untuk ikut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan, termasuk mendukung kebutuhan perlengkapan keselamatan bagi personel Satgas Karhutla.

Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan karhutla sekaligus membantu memulihkan kawasan Kalimantan yang memiliki peran penting sebagai salah satu paru-paru dunia.



Simak Video "Sambut Siswa Baru SMA Unggulan CTARSA Foundation"

(nwk/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork