Transisi energi di Indonesia menunjukkan kemajuan yang semakin konkret. Kendaraan listrik mulai bermunculan di jalanan, namun tidak hanya industri besar yang berkontribusi. Kampus-kampus pun turun tangan. Salah satunya Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI) melahirkan MOLISA, mobil listrik prototipe hasil karya dosen dan mahasiswa.
Setahun Digarap, MOLISA Lolos Uji Coba
Tim FTI Unissula di bawah pimpinan Sukarno Budi Utomo memulai pengerjaan MOLISA (Mobil Listrik Karya Mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung) pada awal 2025. Prosesnya mencakup perancangan, rekayasa, manufaktur, dan pengujian yang berlangsung selama satu tahun.
"Kolaborasi ini menghasilkan prototipe sekaligus menjadi ajang belajar langsung bagi mahasiswa, di mana mereka mendapat pengalaman langsung dalam riset teknologi otomotif dan energi alternatif sebagai bekal karir di industri," kata Sukarno Budi dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atap Berlapis Panel Surya, Baterai 48 Volt Siap Temani Perjalanan
Dia menjelaskan MOLISA mengusung bentuk buggy atau golf car dengan kapasitas enam penumpang. Tampilannya ringkas, tetapi dapur pacunya cukup istimewa. Unissula menyematkan panel surya di atap kendaraan dengan daya sekitar 100 hingga 200 Wp.
"Panel ini berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang membantu mengisi daya baterai 48 volt berkapasitas 4,8 kWh. Dengan begitu, MOLISA tidak sepenuhnya bergantung pada listrik dari charger, tetapi juga memanfaatkan sinar matahari yang melimpah di Tanah Air," tuturnya.
Dari hasil uji coba, kendaraan ini mampu melaju hingga kecepatan 20 km/jam dan beroperasi selama lima jam. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai 80 hingga 100 kilometer. Proses charging sendiri memakan waktu sekitar 4 hingga 6 jam, dengan panel surya yang terus membantu mempertahankan daya selama kendaraan digunakan.
Targetkan Penggunaan untuk Operasional Kampus
Dia mengatakan uji coba perdana MOLISA berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, di kampus Unissula. Prototipe tersebut selanjutnya akan memasuki tahap pengembangan lebih lanjut.
Ke depan, Unissula menargetkan MOLISA menjadi kendaraan operasional resmi di lingkungan kampus. Selain itu, tim terus menggarap aspek kelayakan dan keselamatan menuju kesiapan penggunaan mobil ini secara luas.
"Melalui pengembangan MOLISA, Unissula memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam riset energi berkelanjutan dan teknologi ramah lingkungan," tutupnya. (BPI Unissula).
