Selalu ada jalan untuk mereka yang mau berusaha, menjadi kalimat yang menggambarkan perjuangan perkuliahan Aulia Ulfa. Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi untuk meraih prestasi akademik.
Dengan memanfaatkan kesempatan yang ia peroleh, kini Aulia, panggilan akrabnya, berhasil meraih predikat lulusan terbaik dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University. Baginya, keterbatasan ekonomi bak teman akrab.
Berasal dari Bondowoso, Jawa Timur, orang tua Aulia memiliki warung kecil yang menjajakan es, mi instan, kopi, dan aneka jajanan lain. Kondisi ini menjadi bahan bakar semangatnya untuk mengubah nasib, dan meraih pendidikan tinggi adalah jalan yang ia pilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di antara banyak karunia yang Allah berikan, menjadi bagian dari IPB adalah salah satu takdir yang paling saya syukuri. Bagi saya, kesempatan menjadi mahasiswa merupakan pertaruhan yang menggiurkan untuk menempa diri di tengah keterbatasan yang telah menjadi teman akrab saya sejak lahir," tuturnya dikutip dari laman IPB University, Senin (24/8/2026).
Memanfaatkan Bantuan untuk Berprestasi
Pascalulus dari SMAN 1 Tenggarang, Bondowoso, Aulia berhasil diterima di IPB University dengan dilengkapi bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dengan begitu, biaya pendidikannya terjamin hingga lulus.
Selain itu, Aulia juga memanfaatkan fasilitas Asrama Pendidikan Kompetensi Umum (PKU) dan Asrama Kepemimpinan selama tiga tahun pertama kuliah.
"Tinggal di Asrama sangat meringankan biaya hidup saya selama merantau di Bogor," jelas Aulia.
Aulia memanfaatkan berbagai bantuan yang ia terima untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Ia terkenal aktif mengikuti berbagai penelitian, konferensi, dan program magang.
Kemampuan Aulia di bidang penelitian juga diakui dengan dipercaya menjadi asisten praktikum dan tutor. Aulia bergabung dalam organisasi IPB Sustainable Science Research Students Association (IPB SSRS) dan LKM Bierena Al-Hurriyah.
Memaknai Hidup Lewat Skripsi
Melalui organisasi yang diikutinya, Aulia memahami bidang yang ia pelajari dan tempuh di bangku perkuliahan. Dalam pandangannya, untuk menjadi seorang ahli biologi (biologist), ia harus berani mempertanyakan, mengamati, dan mencari jawaban.
"Di IPB University, saya belajar bahwa menjadi biologist bukan hanya tentang memahami kehidupan, tetapi juga berani mempertanyakan, mengamati, dan mencari jawabannya," katanya.
Hal itu semakin ia pahami ketika mengerjakan tugas akhir. Skripsi Aulia mengungkapkan konsep plasticity, yaitu kemampuan organisme untuk merespons dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
Skripsi yang membawanya sebagai lulusan terbaik ini dimaknai Aulia sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Aulia belajar bahwa bertumbuh tidak selalu memerlukan keadaan yang ideal.
"Sering kali kita justru paling banyak bertumbuh setelah mampu beradaptasi, mencoba kembali, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk berkembang meskipun kondisi tidak sesuai harapan," tegasnya.
Aulia bersyukur perjalanan pendidikan tingginya berjalan dengan mulus. Ia juga dipertemukan dosen, kakak tingkat, dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan selama masa studinya.
"Dipertemukan dengan dosen, kakak tingkat, serta rekan-rekan yang baik dan tulus merupakan hal yang paling saya syukuri. Mereka membuat perjalanan ini terasa lebih hangat dan mengajarkan bahwa sejauh apa pun saya melangkah, pencapaian tidak pernah benar-benar berjalan sendirian," ucap Aulia.
