Prof Dr Ali Rokhman, M Si resmi menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) per Minggu (23/8/2026). Penunjukan resmi ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berdasarkan arahan Menteri Diktisaintek Brian Yuliarto.
Ali Rokhman menyatakan, fokus utamanya yakni memastikan semua kegiatan kampus berlangsung normal, termasuk perkuliahan, penelitian, serta pelayanan administrasi kepada mahasiswa, dosen, dan alumni. Langkah strategis dan penyesuaian di lingkungan internal universitas menurutnya akan dibahas dalam waktu dekat.
"Fokus utama adalah memastikan layanan Tridharma perguruan tinggi tetap berjalan lancar," kata Ali, dilansir dari keterangan resmi Unsoed di laman kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Calon Rektor Unsoed
Nama Ali Rokhman sebelumnya juga masuk daftar tiga calon rektor yang mengikuti tahapan akhir pemilihan calon rektor Unsoed 2026-2030.
Nama lainnya yaitu dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Kepala Badan Pengelola Usaha Unsoed Adi Indrayanto; dan Akhmad Sodiq yang terpilih menjadi rektor Unsoed 2026-2030 dan menjadi tersangka KPK baru-baru ini dalam kasus pemerasan dalam proses penerimaan mahasiswa baru Unsoed.
Pada pemaparan visi saat itu, Ali Rokhman mengusung visi "Mengawal Pencapaian Unsoed Menjadi Institusi yang Diakui Dunia sebagai Pusat Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal pada Tahun 2034."
Profesor FISIP Unsoed
Ali Rokhman merupakan Guru Besar Manajemen Informasi Sektor Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed yang dikukuhkan pada Rabu (28/05/2025). Ia saat itu juga dikukuhkan oleh Akhmad Sodiq, yang saat itu menjabat sebagai rektor Unsoed 2022-2026.
Pada pengukuhannya, Ali Rokhman menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Transfromasi Menuju Government 5.0 Pada Pemerintah Lokal di Indonesia".
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Ali Rokhman menempuh pendidikan S1 di Unsoed pada 1992. Ia kemudian melanjutkan studi Magister Sains di Universitas Brawijaya pada 1998.
Untuk menempuh pendidikan doktor, Ali Rokhman belajar di Asahi University, Jepang pada 2003.
Salah satu riset terbarunya pada 2025 membahas tentang model pemberdayaan pekerja migran Indonesia tanpa dokumen untuk bertahan hidup dalam pekerjaan produktif melalui manajemen modal sosial.
Sedangkan sejumlah publikasi karya terbarunya antara lain membahas etika wakil rakyat dan respons publik terhadap kebijakan kontroversial sebagai refleksi atas demonstrasi Agustus 2025 dan netralitas birokrasi pada pemilihan kepala daerah 2024 dalam perspektif etika administrasi publik.
Mantan Rektor IT Telkom Purwokerto
Di samping mengabdi di almamaternya sebagai dosen, Ali Rokhman sebelumnya juga tercatat pernah bertugas sebagai Rektor Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto periode 2017-2021. Ia antara lain terlibat dalam kerja sama Smart Village di Wonosobo, Jawa Tengah antara pemda dengan kampus.
Atas kasus Unsoed baru-baru ini, Ali juga menyatakan dukungan penuh pada proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Ia juga menyatakan komitmen untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan kondisi internal kampusnya kondusif.
