Peneliti UB Deskripsikan Spesies Baru Kumbang di Jepang

ADVERTISEMENT

Peneliti UB Deskripsikan Spesies Baru Kumbang di Jepang

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 10 Agu 2026 19:30 WIB
Peneliti UB Deskripsikan Spesies Baru Kumbang di Jepang
Peneliti UB Yogo Setiawan. Foto: Dok Yogo Setiawan
Jakarta -

Peneliti Fakultas Bio-industri, Pertanian, dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB), Yogo Setiawan, SP, MP, berhasil mendeskripsikan satu spesies baru kumbang kulit kayu di Jepang. Tak berhenti di situ, ia juga melaporkan dua catatan baru spesies kumbang ambrosia di Jepang.

Temuan tersebut merupakan bagian dari penelitian doktoral Yogo di The United Graduate School of Agricultural Sciences, Kagoshima University, Jepang. Penelitian ini merupakan kolaborasi Kagoshima University, Saga University, Universitas Brawijaya, dan Michigan State University.

Spesies Baru Kumbang Hyorrhynchus

Hyorrhynchus takakumaensis Setiawan, Hata & Smith, sp. nov. Kumbang ini punya nama umum γ‚Ώγ‚«γ‚―γƒžγ‚ͺγ‚ͺγ‚­γ‚―γ‚€γƒ γ‚· (Takakuma-ōkikuimushi).Hyorrhynchus takakumaensis Setiawan, Hata & Smith, sp. nov. Kumbang ini punya nama umum γ‚Ώγ‚«γ‚―γƒžγ‚ͺγ‚ͺγ‚­γ‚―γ‚€γƒ γ‚· (Takakuma-ōkikuimushi). Foto: Dok Yogo Setiawan

Spesies baru kumbang di Jepang tersebut dinamakan Hyorrhynchus takakumaensis Setiawan, Hata & Smith, sp. nov.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama takakumaensis menurut Yogo diambil dari nama tempat temuannya, yakni Takakuma Experimental Forest. Kawasan hutan penelitian tersebut milik Kagoshima University di Pegunungan Takakuma, Prefektur Kagoshima.

Sementara itu, nama umum spesies kumbang ini yaitu γ‚Ώγ‚«γ‚―γƒžγ‚ͺγ‚ͺγ‚­γ‚―γ‚€γƒ γ‚· , atau yang dibaca sebagai Takakuma-ōkikuimushi.

ADVERTISEMENT

Yogo menjelaskan, spesies baru memiliki pembeda utama berupa karakter morfologi pada epistoma yang memiliki tanduk atau tuberkel berbentuk lebar, serta pola setae (rambut/bulu halus) dan vestiture (penutup badan kumbang) pada elitra (sayap depan keras kumbang) yang berbeda dengan spesies lain dalam genus Hyorrhynchus.

Dengan adanya temuan baru ini, anggota genus Hyorrhynchus bertambah menjadi 11 spesies di dunia. Di Jepang sendiri, spesies genus Hyorrhynchus yang tercatat bertambang dari dua menjadi tiga spesies.

Dua Spesies Kumbang Pendaur Ulang

Dua spesies yang baru dilaporkan petama kali di Jepang. Panel kiri: Anisandrus auratipilus Smith, Beaver & Cognato, 2020. Panel kanan: Debus shoreae. Dua spesies yang baru dilaporkan petama kali di Jepang. Panel kiri: Anisandrus auratipilus Smith, Beaver & Cognato, 2020. Panel kanan: Debus shoreae. Foto: Dok Yogo Setiawan

Yogo juga melaporkan adanya dua spesies kumbang ambrosia yang sebelumnya belum pernah tercatat di Jepang. Keduanya yaitu Anisandrus auratipilus Smith, Beaver & Cognato, 2020 dan Debus shoreae (Stebbing, 1907).

"Kumbang ambrosia berperan penting dalam dekomposisi kayu dan daur ulang unsur hara di hutan. Namun, beberapa spesies juga merupakan hama penting pada sektor kehutanan dan pertanian. Untuk itu, pendokumentasian keanekaragaman kelompok kumbang ini sangat penting," terang Yogo dalam keterangan resminya, dikutip Senin (10/8).

Keberadaan Anisandrus auratipilus tersebut merupakan yang kedua kalinya yang tercatat di dunia. Kumbang tersebut pertama kali dideskripsikan dari Provinsi Fujian, China.

Sedangkan kumbang Debus shoreae sebelumnya dikenal tersebar di kawasan tropis Asia Timur dan Asia Tenggara.


Kumpulkan Kumbang dalam 4 Musim

Peneliti UB Deskripsikan Spesies Baru Kumbang di JepangYogo Setiawan, SP, MP. Foto: Dok Yogo Setiawan

Yogo menuturkan, ia semula melakukan pengambilan sampel mulai musim panas 2024 hingga musim panas 2025, dengan total satu tahun atau genap empat musim.

"Sampel dikumpulkan setiap dua minggu di Takakuma Experimental Forest untuk mengkaji keanekaragaman dan dinamika komunitas kumbang kulit kayu serta kumbang ambrosia di hutan Jepang bagian selatan yang beriklim lebih hangat dibandingkan wilayah tengah dan utara," kata Yogo.

Untuk mengidentifikasi spesies kumbang di sana, Yogo salah satunya memerhatikan karakter morfologi spesimen. Rupanya, satu spesimen memiliki karakter morfologi berbeda dari spesies lain dalam genus Hyorrhynchus.

"Dalam proses identifikasi, saya menemukan satu spesimen yang belum teridentifikasi sampai tingkat spesies, karena karakter morfologinya berbeda dengan spesies lain dalam genus yang sama," kata Yogo.

Ia pun mengonsultasikannya dengan dengan ahli taksonomi kumbang ambrosia dari Michigan State University. Karakter morfologi tersebut kemudian juga dibandingkan dengan koleksi beberapa museum, seperti koleksi National Agriculture and Food Research Organization (NARO) di Tsukuba, Jepang.

"Setelah berkonsultasi dengan ahli taksonomi di Michigan State University dan membandingkannya dengan koleksi di beberapa museum, kami menyimpulkan bahwa spesimen tersebut memang belum pernah dideskripsikan sebelumnya," kata Yogo.

Tantangan Cuaca-Lokasi

Menurut Yogo, proses pendeskripsian spesies baru butuh proses panjang, mulai dari pengambilan sampel, identifikasi, konsultasi dengan pakar, hingga penyusunan deskripsi morfologi secara rinci.

Ia juga harus mengatasi tantangan selama penelitian, seperti ketika penampung spesimen pada perangkap membeku saat musim dingin tiba. Sementara itu, saat musim panas tiba, cuaca menjadi panas sampai 36oCelsius dan lembap.

Tantangan penelitiannya juga dipengaruhi faktor lokasi penelitian. Untuk sampai ke sana, ia harus naik feri sekitar 45 menit dan menempuh 1 jam perjalanan darat.

Kendati penelitiannya tak mudah, penemuan spesies baru dan catatan persebaran baru kumbang-kumbang tersebut dipandang penting untuk mendokumentasikan keanekaragama hayati, sekaligus memperluas pengetahuan tentang persebaran biogeografis kumbang kulit kayu dan kumbang ambrosia.

Hasil penelitiannya sudah dipublikasikan pada di jurnal internasional bereputasi ZooKeys melalui artikel "A new species of Hyorrhynchus Blandford, 1894 (Coleoptera, Curculionidae, Scolytinae, Hyorrhynchini) and two new records of xyleborine ambrosia beetles from Japan" pada 14 Juli 2026.



(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads