Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaskibraka) tingkat pusat menjalani latihan gabungan Paskibraka HUT ke-81 RI, Sabtu (8/8/2026).
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Drs KH Yudian Wahyudi, M A, Ph D, mengatakan pelatihan paskibraka dilaksanakan sejak awal para siswa bergabung sebagai capaskibraka tingkat pusat. Pada latihan gabungan, capaskibraka turut berlatih pelaksanaan upacara pengibaran dan penurunan bendera pusaka bersama prajurit TNI dan anggota Polri.
"Sekarang mereka melaksanakan latihan gabungan bersama satuan musik juga, bersama suruh peserta upacara, kata Yudian di Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen di Sawangan, Depok, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelatihan Calon Paskibraka
Wakil Ketua BPIP Dr Rima Agristina, S H, S E, M M, mengatakan latihan gabungan merupakan bagian dari penyiapan capaskibraka menjadi paskibraka yang akan bertugas pada HUT ke-81 RI. Rima menegaskan, para siswa yang bertugas tidak hanya harus mampu secara fisik, tetapi juga secara mental.
"Tentu saja mereka harus mampu, tidak saja secara fisik, tetapi secara mental bisa melaksanakan tugas ini secara bertanggung jawab dan dengan penuh kesadaran bahwa ini bukan tugas perorangan, tapi tugas tim dan tim itu mewakili seluruh bangsa Indonesia," kata Rima.
Porsi latihan capaskibraka ditingkatkan secara bertahap. Capaskibraka antara lain menjalani rutinitas peregangan, olahraga, dan pembinaan mental.
Capaskibraka juga bergantian berlatih sebagai pembawa baki, pengibar, dan pembentang. Proses ini bagian dari memastikan siapa yang paling fit atau sesuai untuk menjalankan peran tersebut, yang akan diumumkan pada pagi hari 17 Agustus 2026.
Setelah pelatihan gabungan, capaskibraka akan bergeser ke Jakarta untuk menjalani latihan di Istana Merdeka. Proses ini akan semakin memastikan siapa yang akan bertugas di formasi yang ditetapkan.
Capaskibraka kemudian direncanakan untuk dilantik pada 15 Agustus 2026.
Pembelajaran Berbasis Pengalaman
Yudian menjelaskan, latihan gabungan ini merupakan kelanjutan dari pembelajaran aktif dan latihan sebelumnya. Adapun pembelajaran aktif berbasis pengalaman meliputi sejarah bangsa, ke-Indonesiaan, penguatan pemahaman mengenai Pancasila, wawasan pembangsaan, wilayah negara, ketahanan nasional, kosmos nasional, dan sebagainya.
"Setelah mereka melaksanakan itu semua, mereka juga melakukan proses mancakrida untuk refleksi dari pembelajaran berbasis pengalaman. Dan setelah itu mereka masuk proses pelatihan," jelasnya.
Selaras, Rima mengatakan, para capaskibraka sejak awal diberi pembekalan terkait kepaskibrakaan serta nilai Pancasila.
"Mempersiapkan mereka, yang nanti akan menjadi kader calon pemimpin bangsa," ujarnya.










































