Sudah coba ChatGPT atau AI lain buat garap skripsi, tapi hasilnya tetap kurang relevan dan judul belum juga di ACC dosen pembimbing? Masalahnya sering kali bukan di AI-nya, tapi di cara memakainya. Tanpa alur kerja yang tepat, AI hanya jadi mesin jawaban acak, bukan asisten riset yang benar benar membantu.
Satu Alur Kerja, Empat Tools AI Sekaligus
INTENSIVE BOOTCAMP: AI Research, From Idea to Proposal dirancang untuk menjawab masalah itu lewat pendekatan yang berbeda dari kelas AI kebanyakan. Bukan sekadar tutorial fitur, kelas ini membimbingmu memakai kombinasi Claude, Gemini, NotebookLM, dan Jenni AI sesuai fungsinya masing masing, mulai dari menemukan ide penelitian, menyusun judul, melakukan literature review, memvalidasi referensi, menemukan research gap, sampai menyusun proposal dan academic writing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini cocok untuk mahasiswa S1, S2, S3, dosen, peneliti, maupun akademisi yang ingin AI benar benar berperan sebagai research assistant, tanpa mengorbankan kualitas dan etika akademik.
Sesi 1 berlangsung Selasa, 1 September 2026 pukul 19.00 sampai 21.15 WIB, dilanjutkan tiga sesi berikutnya tiap minggu hingga 22 September 2026, seluruhnya via Zoom Meeting. Peserta mendapat pendampingan grup WhatsApp selama 30 hari, e-sertifikat nasional 140 JP, rekaman kelas seumur hidup, e-module, ribuan prompt AI riset siap pakai, hingga voucher layanan Educativa dan KelasRiset.id.
Bonus lain yang tak kalah menarik, peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize selama program berlangsung, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Kalau kamu ingin proposal penelitian selesai lebih cepat tanpa mengorbankan standar akademik, daftarkan dirimu sekarang lewat detikevent. Info harga tiket dapat dicek langsung di halaman pemesanan detikevent.










































