Tips Siapkan Mental Maba dari Pakar Psikologi Unair, Terapkan Sejak Semester 1!

ADVERTISEMENT

Tips Siapkan Mental Maba dari Pakar Psikologi Unair, Terapkan Sejak Semester 1!

Devita Savitri - detikEdu
Sabtu, 01 Agu 2026 10:00 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkenang masa saat ia kuliah di Universitas Airlangga Surabaya. Kenangan itu muncul saat ia menyambut 6.972 mahasiswa baru (maba) Unair.
Ilustrasi PPKMB Unair. Tips siapkan mental maba dari pakar psikologi Unair, cek di sini! Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Jakarta -

Masa perkuliahan untuk mahasiswa baru (maba) tahun akademik 2026/2027 segera dimulai. Tak hanya peralatan dan tempat tinggal bagi mereka yang merantau, maba juga perlu menyiapkan mental sebelum perkuliahan dimulai.

Pakar psikologi perkembangan dan pendidikan Universitas Airlangga (Unair) Dr Dewi Retno Suminar menjelaskan maba kerap mengalami tantangan mental. Terutama saat proses penyesuaian diri terhadap lingkungan baru.

"Tantangan terbesar adalah adaptasi dengan lingkungan baru, mengingat teman maupun suasana yang juga baru. Kegagalan dalam beradaptasi menjadi sumber tantangan mental utama bagi mahasiswa baru," tuturnya dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (31/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tips Siapkan Mental Maba dari Pakar Psikologi Unair

Dewi menekankan keberhasilan mahasiswa tidak hanya tentang kemampuan kognitif atau kecerdasan akademik. Proses belajar di bangku kuliah juga melibatkan aspek sosial-emosional dan perilaku.

ADVERTISEMENT

Dianggap sudah mandiri, mahasiswa punya tanggung jawab untuk mampu mengelola diri. Untuk itu, kemampuan beradaptasi menjadi fondasi penting untuk mendukung keberhasilan belajar maba di perguruan tinggi.

Lalu bagaimana jika maba tetap sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus yang baru? Setidaknya ada 4 tips yang bisa diberikan Dewi, yakni:

1. Bangun Hubungan Sosial Sejak Hari Pertama

Dewi menyarankan maba mulai membangun hubungan sosial sejak hari pertama di kampus. Langkah pertamanya adalah dengan berkenalan dengan teman baru yang duduk di samping kanan dan kirimu.

Setelah masa Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB) selesai, detikers bisa bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) sesuai minatmu. UKM disebut Dewi adalah tempat yang efektif untuk membangun hubungan sosial karena mempertemukan mahasiswa dengan minat serupa.

Interaksi yang tercipta nantinya akan menciptakan rasa nyaman dan mempercepat proses adaptasi. Dengan begitu, risiko maba mengalami stres dan kecemasan dapat diminimalkan.

"Wajib bagi mahasiswa baru mencoba mendapatkan teman. Interaksi dengan teman yang memiliki minat yang sama akan membantu proses adaptasi dan menjadi dukungan ketika menghadapi kecemasan maupun stres," papar Dewi.

2. Bijak Menggunakan Media Sosial

Tips kedua adalah mahasiswa perlu bijak dalam menggunakan media sosial. Maba mudah terkena fenomena fear of missing out (FOMO).

Namun, sikap ini bisa disikapi dengan menerapkan joy of missing out (JOMO). JOMO merupakan sikap seseorang untuk tetap tenang meskipun tidak selalu mengikuti informasi yang beredar.

Dibanding termakan berita yang tidak tahu sumbernya, Dewi menganjurkan mahasiswa untuk mengutamakan informasi dari kanal resmi universitas. Ketika mulai merasa cemas, mahasiswa bisa melakukan self-talk.

3. Mengenal Dosen Pembimbing Akademik

Selain teman sebaya, maba dianjurkan mengenal dosen pembimbing akademiknya. Meski tengah berada di ranah rantau, maba diharapkan tidak lupa menyampaikan perkembangan perkuliahan secara objektif kepada orang tua.

"Dukungan sosial tersebut berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dalam proses adaptasi," beber Dewi.

4. Jangan Ragu Datangi Pusat Layanan Kesehatan

Jika pada akhirnya maba masih merasa alami kesulitan dalam beradaptasi hingga menimbulkan stres, Dewi menyebut Unair punya berbagai layanan pendamping. Layanan yang dimaksud, seperti Pusat Layanan Kesehatan (PLK), Help Center, dan lembaga Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).

Maba dapat menggali informasi layanan ini sejak kegiatan PPKMB.

"Banyaklah mendengar, bertanya, namun sedikit berbicara untuk mengenali lingkungan yang dimasuki. Gunakan jurus tangguh, pantang menyerah, dan perbanyak teman serta jejaring sosial agar dapat berkembang dengan baik," tegasnya.



(det/twu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads