Cerita Keira Atlet Mahasiswa Penerima Beasiswa Binus, Seimbangkan Studi-Tanding

ADVERTISEMENT

Cerita Keira Atlet Mahasiswa Penerima Beasiswa Binus, Seimbangkan Studi-Tanding

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 29 Jul 2026 09:00 WIB
Keira Hadinoto (tengah) bersama penerima Binus Scholarship dan rektor Binus University di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Keira Hadinoto (tengah) bersama penerima Binus Scholarship Almeyda Nayara dan Akmal Insan Purwanda; dan Rektor Binus University Dr Nelly di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Dok Binus University
Jakarta -

Keira Ammabel Hadinoto dan timnya semasa sekolah di SMAN 70 Jakarta tercatat meraih gelar ketiga beruntun di DBL 2023 DKI Jakarta Series. Ini merupakan titel three peat perdana bagi tim putri selama DBL Jakarta resmi digelar pada 2012 silam.

Deretan prestasi Keira dan rekan-rekan mengantarkannya diterima berkuliah di Binus University pada 2024. Tak sampai di situ, ia juga menerima beasiswa kuliah Student Athlete Basketball Scholarship, lengkap dengan asrama hingga 8 semester.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kampus, kapten tim basketball putri Binus University ini dan rekan-rekannya antara lain menjuarai Basketball Campus League Season 1 Regional Jakarta 2026. Keira dan rekan-rekan juga menyabet medali emas Pomprov Jakarta 2025, serta meraih medali perunggu pada POMNAS XIX.

Sementara berprestasi di kejuaraan bola basket, Keira juga memiliki minat di bidang psikologi. Minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi pun menguat saat ayahnya menunjukkan pos tentang beasiswa kuliah di Binus untuk atlet basketball.

ADVERTISEMENT

Ia menuturkan, saat hendak lulus SMA, pertanyaan untuk memilih melanjutkan karier di bidang bola basket atau lanjut belajar sudah pernah terlontar dari orang tuanya. Keira sendiri mengaku mengalami homesick selama berkompetisi di luar Jakarta.

Mendapati peluang kuliah dengan beasiswa di Jakarta, ia pun mengikuti seleksinya.

"Saat saya seleksi, pas keterima. Kebetulan banget bisa kuliah di sini dengan jurusan yang saya inginkan," tuturnya pada peluncuran Binus Scholarship di Binus JWC Campus, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menyeimbangkan Kuliah dan Kejuaraan

Sejak masuk kuliah, Keira mendapati bahwa menjadi student athlete tidak mudah. Ia harus belajar mandiri menyeimbangkan usahanya untuk berprestasi di bidang olahraga sekaligus fokus pada pendidikan.

"Belajar semenjak lulus SMA. Karena sepanjang SMP dan SMA, dalam karier basket saya, saya kan di rumah, saya itu masih ada bimbingan orang tua lah. Saya dibantu, saya diatur: diatur makan, diatur latihan," kisahnya.

Menjadi mahasiswa penerima beasiswa atlet basketball, Keira tinggal di asrama Binus Square. Di sana, ia belajar mengatur diri untuk dapat mengatasi isu manajemen waktu, motivasi, dan energi, plus tekanan di masa pertandingan dan ujian.

"Saya untungnya disediakan dorm (dormitory), dorm untuk latihan dan kompetisi gitu sepanjang menjadi student athlete. Jadi di situ saya belajar sendiri bahwa menjadi student athlete itu, pertama: tidak boleh meninggalkan pendidikannya, harus menjadi mahasiswa; dan harus juga memiliki disiplin menjadi athlete," ujarnya.

"Dan itu menurutku emang tidak ada yang gampang karena saya juga harus mengatur waktu saya, harus mengatur motivasi saya, disiplin saya untuk datang setiap pagi untuk latihan dulu, lalu kuliah," sambung Keira.

Tak sampai di situ, masa pertandingan terkadang beriringan dengan masa ujian atau kerja kelompok. Kendati mengaku kesulitan untuk menemukan ritme di awal perkuliahan, ia kini terbiasa.

Keira juga menyampaikan rasa syukurnya atas teman-teman sesama atlet mahasiswa. Dukungan mereka baginya memuluskan perjalanan selama studi.

"Jadi puji Tuhan berjalan dengan baik," tuturnya.

Semangat berkuliah Keira juga datang dari sang ayah. Orang tuanya berpesan, agar ia dapat terus menempuh pendidikan sambil menekuni minatnya di bidang olahraga.

"Papa itu selalu mengingatkan aku, pokoknya pendidikan jangan kamu tinggalin. 'Karena kalau kamu fokus ke satu, hal aja seperti basketball, belum tentu itu--kalau misalnya, amit-amit terjadi sesuatu, contohnya kayak seperti cedera, kamu mau jadi apa nanti harus udah ada step.' So, one step ahead," ucapnya.

Akademik-Minat Penting

Rektor Binus University, Dr Nelly mengatakan pihaknya mencari talenta yang perlu dan patut dikembangkan. Di samping talenta olahraga, akademik, kepemimpinan, kontribusi sosial, dan kreativitas digital, calon mahasiswa dengan talenta yang belum termasuk daftar Binus Scholarship saat ini bisa turut mendaftar.

"Tentu yang kita akan melihat yang paling baik. Kalau ditanya (prestasi pendaftar) rata-rata saat ini, tingkatnya itu nasional. Kalau dari prestasi akademik itu rata-rata nasional," ucapnya pada kesempatan yang sama.

"Tetapi kita tetap melihat lah, kalau kesempatannya ada, tempatnya masih ada, kita melihat ada talents baru, tetap kita bisa berikan policy untuk kita berikan kesempatan. Intinya ini adalah kesempatan kepada semua yang mempunyai bakat di bidangnya masing-masing," sambung Nelly.

Ia menambahkan, pihak kampus juga mengapresiasi mahasiswa yang berkegiatan di bidang minatnya masing-masing sambil tetap bertanggung jawab di bidang akademiknya. Hal ini menurutnya menunjukkan nilai semangat untuk menjadi unggul di mana pun bidangnya sambil memegang integritas dan kegigihan (perseverance).

"Iya struggle, iya perlu usaha ya, pasti ya. Tapi saya yakin dari situ mereka belajar. Dan pasti ada banyak hal nanti dari pembelajaran ini menjadi bekal buat mereka nanti setelah lulus. Nah, saya bangga mereka tetap harus mempertahankan prestasi akademiknya," tuturnya.

"Karena ini adalah tempat belajar. Jadi perseverance dan kita tetap menjaga integrity ya. Respect satu dengan yang lain; merupakan salah satu hal yang menunjukkan bahwa kita menghargai setiap talenta-talenta yang ada," ucapnya.



(twu/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads