Sudah begadang bikin dashboard, tapi pas dipresentasikan atasan cuma manggut-manggut tanpa paham apa yang mau disampaikan? Kemungkinan besar masalahnya karena cara penyajiannya yang belum maksimal.
Banyak orang berpikir dashboard yang bagus itu soal banyaknya chart atau warna yang mencolok. Padahal, dashboard yang efektif justru soal hierarchy, layout yang rapi, dan konsistensi visual yang membantu audiens langsung menangkap insight tanpa perlu penjelasan panjang.
Inilah gap yang coba diisi lewat kelas Google Looker Studio dari detikcourse. Sebelum masuk ke praktik dashboard, peserta lebih dulu diajak memahami Exploratory Data Analysis (EDA) untuk menemukan insight yang relevan dengan business question, lalu belajar cleaning data di Microsoft Excel supaya dasarnya sudah bersih sejak awal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu baru masuk ke praktik langsung di Google Looker Studio, mulai dari import data, membuat KPI, chart, filter, sampai calculated field. Kelas ini juga membahas kesalahan umum yang bikin dashboard terlihat berantakan, dan menutup dengan teknik data storytelling supaya hasil analisis berubah jadi cerita yang gampang dipahami audiens.
Kelas ini cocok untuk data analyst pemula, business analyst, tim marketing, finance dan operations, sampai mahasiswa dan fresh graduate. Pelaksanaannya online pada Hari Kamis, 30 Juli 2026. Daftarkan dirimu sekarang melalui detikevent.










































