×
Ad

Webinar AI untuk Riset Akademik, Kuasai ChatGPT sampai NotebookLM dalam 2 Jam

Ghefira - detikEdu
Kamis, 16 Jul 2026 21:26 WIB
Foto: (Dok detikevent)
Jakarta -

Mengerjakan skripsi atau tesis sering terasa seperti jalan di tempat. Berjam-jam dihabiskan hanya untuk cari referensi dan menyusun literature review, tapi progres tidak kunjung terlihat. Kini ada cara untuk keluar dari siklus itu lewat pemanfaatan kecerdasan buatan yang tepat sasaran.

Webinar AI untuk riset akademik ini dirancang khusus untuk mahasiswa S1 sampai S3, peneliti, dosen, dan siapa pun yang sedang berjuang menyelesaikan karya ilmiah. Bukan sekadar teori, peserta akan dipandu langsung praktik menggunakan ChatGPT, Gemini, Perplexity, Research Rabbit, hingga NotebookLM untuk mendukung proses mencari referensi ilmiah, menyusun literature review, mengelola sumber, hingga menyusun karya ilmiah secara lebih efektif.

Materi disusun dalam tiga blok utama. Blok pertama membahas fondasi riset berbasis AI, mulai dari memahami peran AI dalam riset, batas aman penggunaannya, sampai tips menghindari risiko hallucination AI yang sering jadi jebakan pemula. Blok kedua fokus ke eksplorasi literatur, termasuk cara menemukan ide topik, mengidentifikasi research gap, dan meringkas jurnal akademik secara efisien dengan bantuan AI. Blok ketiga adalah implementasi workflow riset secara langsung, lengkap dengan studi kasus dan best practice.

Satu sesi live class via Zoom ini sudah mencakup sertifikat nasional 12 JP, rekaman dengan akses seumur hidup, lebih dari 100 prompt AI khusus riset akademik, e-modul eksklusif, hingga akses komunitas riset jangka panjang.

Webinar berlangsung pada Rabu, 29 Juli 2026, pukul 19.00 hingga 21.30 WIB, secara online via Zoom. Harga early bird tersedia Rp45.000 untuk pendaftaran sebelum periode promo berakhir pada 28 Juli 2026 pukul 23.30 WIB.

Bagi yang ingin mempercepat penyelesaian riset tanpa mengorbankan kualitas, sesi ini bisa jadi titik balik. Pendaftaran terbuka sekarang melalui detikevent.



Simak Video "Video Prabowo Singgung Risiko Kecerdasan Buatan, Sebut Maraknya Agen AI"

(nwk/nwk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork