Pemain sepak bola asal Norwegia, Erling Haaland, sukses menginspirasi generasi muda di negaranya dengan menjadi atlet yang sukses. Tidak puas sampai di situ, Haaland menunjukkan kepeduliannya terhadap sejarah bangsanya dengan membeli buku seharga lebih dari Rp 2 miliar.
Dengan usianya yang baru akan menginjak 26 tahun, Haaland sukses mencetak rekor 62 gol dalam 54 pertandingan bersama Timnas Norwegia. Di Piala Dunia 2026, ia sukses mengantarkan Timnas Norwegia ke babak 8 besar dengan torehan sementara 7 gol.
Membeli Buku Langka Abad ke-16 tentang Kisah Viking
Pada akhir 2025 lalu, Haaland membeli buku senilai £100.000 atau setara Rp 2,4 miliar (kurs Rp 24.050). Buku itu berisi kisah-kisah Viking di wilayah Norwegia.
Menurut laporan BBC, buku yang dibeli Haaland merupakan edisi cetakan tahun 1594. Buku tersebut merupakan karya dari abad ke-13, Snorri Sturluson.
Di dalam bukunya, Sturluson menceritakan kisah-kisah Abad Pertengahan tentang raja, ratu, petani, dan prajurit Viking. Buku ini juga merupakan satu-satunya salinan yang masih ada.
Karena pentingnya keberadaan buku yang langka tersebut, Haaland menyumbangkannya ke perpustakaan di Bryne, wilayah tempat ia dibesarkan. Haaland ingin agar buku penting tentang sejarah bangsanya bisa diakses oleh publik.
"Saya ingin buku itu selalu terbuka agar orang-orang dapat membaca tentang mereka yang berasal dari tempat saya berasal, dari Bryne dan Jæren," kata Haaland kepada media Norwegia, dikutip dari BBC.
"Saya cukup beruntung bisa mewujudkan impian saya melalui sepak bola, dan saya tahu tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu. Buku memberi lebih banyak orang kesempatan untuk bermimpi besar, melihat kemungkinan baru, dan menemukan jalan mereka sendiri," imbuhnya.
Bangsa Viking di Eropa Utara
Negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Denmark sangat identik dengan bangsa Viking. Meski disebut 'bangsa', Viking sebenarnya merupakan sebutan untuk para bajak laut dan penjelajah yang berani.
Mengutip Britannica, bangsa Viking merupakan kelompok-kelompok dari Eropa Utara yang menyerbu dan menjajah wilayah luas di Eropa lain dari abad ke-9 hingga abad ke-11. Mereka terdiri dari klan-klan yang memiliki kepala suku dan pemimpin, kemudian ada pengikut, serta anggota muda.
Dalam bahasa Skandinavia kuno, terdapat istilah "víking" yang berarti bajak laut. Sebutan inilah yang mengacu pada orang-orang Viking yang menjarah, membakar, dan membentuk kelompok yang terorganisir.
Meski begitu, di wilayah mereka sendiri, orang-orang Viking sebagian besar hidup dengan bertani, menggembalakan hewan, berburu, dan memancing. Menurut Australian National Maritime Museum, masyarakat Viking adalah komunitas petani.
Mereka memiliki tiga tingkatan, yaitu bangsawan, orang merdeka (karls), dan budak atau petani. Dalam tingkatan ini, orang yang disebut bebas akan diperbolehkan membawa senjata dan berbicara kepada pemerintahan/pejabat, sedangkan yang tidak bebas sama sekali tidak memiliki hak.
Jika dulu wilayah Nordik dikenal sebagai asal-usul orang-orang Viking yang pemberani, kini wilayah seperti Denmark, Swedia, dan Norwegia dikenal sebagai negara sejahtera dengan alam yang terjaga dan sistem pendidikan terbaik di dunia.
Simak Video "Video Di mana-mana 'Viking Row': Dari Piala Dunia hingga Parlemen Norwegia"
(faz/nwk)