×
Ad

Ini Arga, Mahasiswa KIP Kuliah yang Berhasil Temukan Celah Keamanan Claude AI

Devita Savitri - detikEdu
Selasa, 07 Jul 2026 13:30 WIB
Muhamad Arga, mahasiswa UTB yang berhasil temukan kerentanan di sistem Claude AI. Foto: Kemdiktisaintek
Jakarta -

Hackers dalam film kerap digambarkan sebagai sosok yang berhasil membobol keamanan sistem untuk meraih keuntungan pribadi. Berangkat dari hal ini, perusahaan terutama di bidang teknologi terus memperkuat keamanan sistem mereka.

Tak jarang, mereka menghadirkan kompetisi bug bounty yang menantang pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum untuk menemukan kerentanan pada sistem. Salah satu sosok yang berhasil menemukan kerentanan pada sistem sebuah perusahaan ini adalah Muhamad Arga Reksapati asal Universitas Teknologi Bandung (UTB).

Arga, panggilan akrabnya berhasil mengukir prestasi internasional dari perusahaan artificial intelligence (AI) global, Anthropic. Prestasi ini diraihnya usai menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada sistem Claude AI.

Diapresiasi Lewat Program Bug Bounty Berhadiah Rp 66 Juta

Diketahui, Arga awalnya melaporkan adanya kerentanan keamanan di sistem Claude AI lewat mekanisme pelaporan resmi di platform HackerOne. Setelah ditinjau, laporan itu divalidasi memiliki tingkat keparahan High dengan skor 7,7.

Setelah temuan tersebut ditindaklanjuti, Anthropic memberikan apresiasi kepada Arga. Apresiasi ini disalurkan melalui program bug bounty senilai USD 3.700 atau sekitar Rp 66 juta (nilai tukar Rp 17.985).

Arga memang disebut tertarik dengan bidang keamanan AI. Ketertarikan ini berawal dari rasa ingin tahun tentang bagaimana sistem memproses konteks, masukan, dan data pendukung dalam alur kerja pengembangan perangkat lunak.

Berangkat dari situ, ia kerap melakukan analisis keamanan secara mandiri. Puncaknya, ia menemukan kerentanan pada sistem Claude AI dan memprosesnya lebih lanjut.

"Saya terlebih dahulu melakukan verifikasi teknis untuk memastikan bahwa celah tersebut benar-benar dapat direproduksi, memiliki alur yang jelas, dan memberikan dampak keamanan yang nyata," tuturnya dikutip dari laman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Selasa (7/7/2026).

Setelah proses verifikasi selesai, ia kemudian menyusun laporan teknis. Laporan ini berisi ringkasan temuan, dampak keamanan, langkah reproduksi yang aman, hingga bukti pendukung lainnya.

Melalui hal ini, Arga mendapatkan pengalaman terkait proses riset keamanan. Segala proses riset ini harus dilakukan secara etis, terukur, bertanggung jawab, dan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap keamanan teknologi global.

Peraih KIP Kuliah dengan Prestasi Internasional

Keberhasilan dari prestasi raihannya kini memang tak terlepas dari ketekunan dan kesempatan yang ia rasakan untuk berkuliah. Arga merupakan salah satu penerima KIP Kuliah dari Kemdiktisaintek.

"KIP Kuliah memberikan kesempatan bagi saya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan lebih fokus dalam mengembangkan kemampuan tanpa terlalu terbebani oleh kendala biaya pendidikan," ungkapnya.

Beban biaya pendidikan yang telah berkurang, membuatnya fokus untuk mengembangkan diri. Ia menekuni bidang yang ia sukai di bidang teknologi, termasuk mengembangkan kompetensi di bidang keamanan siber dan AI.

"Bagi saya, KIP Kuliah adalah amanah dan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Arga.

Buah manis dari ketekunan dan kesempatan ini adalah berbagai prestasi. Sebelum Anthropic, Arga pernah melaporkan sejumlah kerentanan sistem pada proyek open-source curl/libcurl yang digunakan secara luas dan global.

Temuan tersebut telah memperoleh identitas Common Vulnerabilities and Exposures (CVE) dan tercatat dalam National Vulnerability Database (NVD) dengan namanya yang tercantum pada security advisory resmi curl pada bagian Credits/Reported-by sebagai pelapor kerentanan. Salah satu temuannya juga pernah diberitakan oleh media teknologi di Swedia.

Berkaca dari keberhasilannya, Arga berpesan kepada rekan-rekan penerima KIP Kuliah lainnya untuk memanfaatkan kesempatan. Terutama untuk belajar, berani mencoba, aktif mencari pengalaman, dan terus meningkatkan kemampuan.

"Prestasi tidak selalu datang dari fasilitas yang sempurna, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, konsisten, dan berani berkontribusi. Saya berharap semakin banyak penerima KIP Kuliah yang mampu membuktikan bahwa mereka dapat berprestasi dan memberikan manfaat bagi Indonesia," pesannya.



Simak Video "Video Mendiktisaintek Diminta Rayu Prabowo Tambah Anggaran KIP Kuliah"

(det/nah)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork