Kisah Lulusan Unair Berkarier di Lembaga PBB, Begini Tipsnya

ADVERTISEMENT

Kisah Lulusan Unair Berkarier di Lembaga PBB, Begini Tipsnya

Devita Savitri - detikEdu
Jumat, 03 Jul 2026 18:00 WIB
Erlangga Austino Landiyanto, alumnus Unair yang berkarier di PBB.
Erlangga Austino Landiyanto, alumnus Unair yang berkarier di PBB. Foto: dok. Universitas Airlangga
Jakarta -

Tak semua orang bisa merasakan bekerja di berbagai lembaga bergengsi di dunia. Namun, Erlangga Austino Landiyanto berhasil melalang buana menempuh pendidikan dan karier usai lulus dari S1 Ekonomi Pembangunan Universitas Airlangga (Unair).

Pasca lulus, Erlangga terbang ke berbagai negara untuk menempuh studi pascasarjana. Ia sempat berkuliah di Tailan, Belgia, hingga meraih gelar doktor di Inggris.

Baginya, pendidikan di luar negeri sangat berkontribusi dalam membentuk pola pikir. Hal ini dikarenakan adanya pendekatan berbeda yang diterapkan masing-masing kampus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak sekadar menghafal teori, pembelajaran di kampus luar negeri mengajak mahasiswa untuk berlatih keras dalam menggunakan logika dalam setiap penyelesaian masalah.

"Kelebihan di sisi pendidikan, di kampusnya itu adalah critical thinking-nya yang dibangun," ungkap Erlangga, dikutip dari laman resmi Unair, Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

Punya Karier Internasional

Meskipun mendapat banyak manfaat dari belajar di kampus luar negeri, Erlangga tak bisa memungkiri bahwa keberhasilan ini tak lepas dari studi S1-nya di Unair. Bekal ilmu dari jenjang S1 Ekonomi Pembangunan kini menunjang beragam posisi krusial yang ia emban.

Bukan hanya menempuh pendidikan lintas benua, karier Erlangga di dunia internasional juga mentereng. Ia berperan penting dalam menjalin kerja sama dengan berbagai institusi strategis global dan aktif sebagai anggota berbagai asosiasi profesional.

Ia merasa, materi perkuliahan seperti ekonomi makro, mikro, hingga ekonometrika sangat relevan dengan pekerjaannya saat ini. Seluruh materi itu menjadi fondasi kuat untuk mengawal proyek pembangunan.

"Kalau konteks ekonomi pembangunan sebenarnya relevan sih, karena memang apa yang dipelajari itu sesuai," sampainya.

Karier Erlangga dimulai dari lembaga internasional di Surabaya. Pada 2006, Erlangga mengawal proses pemulihan pascatsunami Aceh.

Sejak saat itu, kariernya melesat dan memegang berbagai peran strategis di lembaga-lembaga internasional, seperti:

  • CARE International
  • UNORC (UN Recovery Coordinator for Aceh and Nias)
  • Bank Dunia (World Bank)
  • UNICEF di Papua
  • Mahkota
  • Sekretariat ASEAN
  • Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jakarta.

"Pekerjaan pertama saya di PBB waktu itu di UNORC di Aceh. Lembaga PBB tersebut mendapat mandat untuk mengoordinasikan lembaga-lembaga internasional dalam dukungan pasca-tsunami di Aceh dan Nias," cerita Erlangga.

Tips Punya Karier Internasional

Erlangga juga membagikan tips untuk mahasiswa yang ingin memiliki karier internasional. Ia mengingatkan, persaingan karier internasional sangat ketat, untuk itu mahasiswa disarankan untuk:

1. Penguasaan bahasa asing agar komunikasi berjalan lancar.

2. Persiapkan mental yang matang.

3. Berani keluar dari zona nyaman.

4. Cerdas membagi waktu.

5. Selama berkuliah, bisa fokus berorganisasi di semester awal dan mencari pengalaman magang ketika menjelang tingkat akhir.

Demikianlah kisah Erlangga yang juga membagikan tips untuk mahasiswa yang ingin memiliki karier internasional. Ingin mencobanya, detikers?




(det/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads