3 Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Gelar Ganda dari Kampus Taiwan

ADVERTISEMENT

3 Mahasiswa KIP-K Unusa Raih Gelar Ganda dari Kampus Taiwan

Tim detikEdu - detikEdu
Selasa, 09 Jun 2026 19:30 WIB
Birrul Walidain, Muhammad Halili, Muchsin Maulana 3 mahasiswa KIP-K Unusa yang mendapat gelar ganda di Taiwan
Foto: Dokumentasi Unusa
Jakarta -

Tiga mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menorehkan prestasi membanggakan. Mereka meraih gelar ganda (double degree) dari St John's University, Taiwan.

Mereka adalah Muchsin Maulana, Birrul Walidain Al Musthofa, dan Muhammad Halili. Mereka termasuk dalam tujuh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Unusa yang berhasil menyelesaikan pendidikan internasional dan mengikuti wisuda di St John's University pada 6 Juni 2026 lalu, demikian rilis Unusa, diterima Selasa (9/6/2026).

Pencapaian tersebut diraih melalui Program International Industrial Talents Education Special Program (INTENSE). Program ini hasil kolaborasi Unusa dan St John's University. Program yang mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Taiwan ini dirancang untuk mencetak talenta internasional melalui perpaduan pendidikan tinggi dan pengalaman industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi ketiga mahasiswa tersebut, kesempatan belajar di luar negeri awalnya terasa seperti mimpi yang sulit diwujudkan. Namun melalui dukungan Beasiswa KIP-K dan program internasional yang diikuti, mereka berhasil menembus pendidikan global sekaligus memperoleh gelar dari perguruan tinggi luar negeri.

Perjalanan mereka tidak selalu mudah. Selain harus beradaptasi dengan sistem pendidikan internasional, mereka juga menghadapi tantangan bahasa, budaya, cuaca, hingga gaya hidup yang berbeda dari Indonesia.

ADVERTISEMENT

Muhammad Halili mengungkapkan bahwa bahasa Mandarin menjadi salah satu hambatan terbesar selama menjalani studi di Taiwan. Ditambah lagi, ia harus menyesuaikan diri dengan cuaca empat musim yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Meski demikian, pengalaman tersebut membuat kemampuan bahasa Inggris dan komunikasi mereka berkembang pesat.

"Awalnya cukup berat karena bahasa Mandarin dan lingkungan yang benar-benar baru. Tetapi seiring waktu kami mulai terbiasa dan kemampuan bahasa Inggris maupun komunikasi kami semakin berkembang," ujar Halili.

Hal senada disampaikan Birrul Walidain Al Musthofa. Menurutnya, kesempatan untuk belajar sekaligus menjalani praktik kerja di perusahaan Taiwan memberikan pengalaman berharga yang membuka wawasan baru tentang dunia kerja internasional.

"Kami bukan hanya kuliah, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja langsung di industri. Ini membuka wawasan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk bersaing secara global," katanya.

Sementara itu, Muchsin Maulana mengaku bersyukur dapat merasakan pengalaman belajar di lingkungan global. Sebagai penerima KIP-K, ia menilai kesempatan tersebut telah membuka jalan menuju masa depan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

"Saya tidak pernah menyangka bisa sampai di titik ini. Kami belajar di lingkungan internasional, berinteraksi dengan berbagai budaya, sekaligus memperoleh peluang karier yang lebih luas," ujarnya.

Tak hanya menghadapi tantangan akademik, ketiganya juga harus menyesuaikan diri dengan biaya hidup, makanan, serta kehidupan sebagai minoritas Muslim di Taiwan. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan daya juang yang lebih kuat.

Usai menyelesaikan studi, mereka berencana melanjutkan karier profesional di Taiwan untuk memperluas pengalaman kerja internasional. Menurut mereka, pengalaman belajar dan bekerja di negara tersebut memberikan perspektif baru mengenai perkembangan teknologi dan dinamika dunia kerja global.

Rektor Unusa, Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono, DEA, IPU, ASEAN Eng, mengatakan keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia, termasuk penerima KIP-K, mampu bersaing di tingkat internasional apabila mendapatkan kesempatan dan dukungan yang memadai.

"Pencapaian tersebut juga menjadi wujud komitmen Unusa dalam memperluas akses pendidikan internasional bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi. Melalui berbagai program global yang terus dikembangkan, kampus berupaya membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan profesional bertaraf internasional," tutur Prof Tri Yogi.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads