Nama Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi wisudawan terbaik UPI dari angkatan 2022 dengan IPK 3,98.
Perempuan yang sapaan sehari-harinya Siti ini lulus dari studi S1 Logistik Kelautan UPI. Siti mengatakan dirinya tak menyangka saat disebut sebagai wisudawan terbaik.
"Arti pencapaian ini bagi saya seperti hadiah," katanya, dikutip dari laman UPI, Minggu (17/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadiah dari Konsistensi Sehari-hari
Siti merasa bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensinya sehari-hari. Ia tak menyebut belajar maraton atau rumus ajaib.
Siti hanya konsisten belajar setiap hari, mulai dari hal-hal kecil. Dengan begitu, Siti bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan baru setiap harinya.
"Hadiah atas kerja keras saya selama belajar dari semester 1 hingga semester 7 dan hadiah yang bisa saya persembahkan kepada orang tua, teman-teman, dan para dosen yang selalu mendukung saya," katanya.
Luangkan Baca Jurnal 10 Menit
Konsistensi Siti juga ditunjukkan lewat dirinya yang berusaha membaca jurnal selama 10 menit sehari. Menurutnya, trik ini membuat pikirannya jadi jauh lebih terbuka.
"Belajar itu tidak harus panjang, teman-teman. 10 menit membaca jurnal saja sudah cukup untuk membuat pikiran kita lebih terbuka dan cepat menangkap informasi," tegasnya.
Menyeimbangkan Kegiatan Akademik dan Organisasi
Selain itu, Siti juga menyebut pentingnya membagi waktu dengan baik. Siti tak hanya fokus belajar, ia juga aktif dalam kegiatan mahasiswa.
Walaupun agendanya padat, Siti selalu berusaha melakukan manajemen waktu yang baik. Mulai dari membuat daftar prioritas.
"Breakdown dulu semua kegiatan dan deadline-mu di minggu itu. Tentukan mana yang paling mendesak, kerjakan itu dulu. Tapi kita juga harus bisa menjelaskan skala prioritas kita kepada orang atau kegiatan lain secara polite," sarannya.
Dengan cara tersebut, Siti tetap bisa berkegiatan di luar kampus tetapi tidak meninggalkan tugas-tugasnya. Ia pun membuktikan dapat lulus selama tujuh semester.
Terinspirasi oleh Dosen
Siti juga menuturkan bahwa dirinya terinspirasi oleh sang dosen, yakni Rubby Rahman Tsani. Sosoknya berpengaruh pada pencapaiannya selama kuliah.
Beliau melihat potensi dalam diri saya, dan itu mendorong saya untuk terus menggali lebih dalam. Ketika seseorang yang kita hormati percaya pada kita, itu menjadi bahan bakar yang sangat kuat," kenangnya.
Rencananya, Siti akan melanjutkan studi S2 di bidang bisnis marketing. Kepada kawan mahasiswa lain, Siti berpesan agar selalu berusaha maksimal untuk mencapai hasil yang terbaik.
"Kalian semua sudah dilahirkan untuk mendapatkan hal-hal besar. Sayang sekali kalau kita tidak mau berusaha sedikit lebih keras untuk hal besar yang memang sudah ditakdirkan untuk kita. Tidak ada kata terlambat mulai dari sekarang, dari langkah terkecil sekalipun. Satu persen progres setiap hari pasti akan membawa kalian ke hal-hal luar biasa," pesannya.
(cyu/faz)











































