Lulus S2 dari UGM Hanya Dalam 1 Tahun, Apa Tips dari Tania?

ADVERTISEMENT

Lulus S2 dari UGM Hanya Dalam 1 Tahun, Apa Tips dari Tania?

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 28 Apr 2026 15:00 WIB
Tania saat hari kelulusan
Tania saat hari kelulusan. Foto: UGM
Jakarta -

Hampir setiap mahasiswa mendambakan dapat lulus cepat dari studinya. Namun, karena kesibukan akan satu atau dua hal, menjadikan kelulusan tak bisa secepat itu.

Akan tetapi, sosok Tania Anastasya Putri telah membuktikan bahwa lulus S2 bisa diraih dalam waktu yang lebih singkat. Tani baru saja diwisuda pada April 2026 ini.

Ia lulus dari program Magister Manajemen (MM) Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya dalam waktu 1 tahun 1 bulan 9 hari. Di mana rata-rata lulusan magister UGM lulus dalam waktu 2 tahun 1 bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Tania dapat lulus dalam waktu yang terbilang setengah lebih cepat?

ADVERTISEMENT

Punya Orientasi Praktis

Tania menempuh S2 MM karena keinginannya mendapatkan ilmu lebih yang ia bisa implementasikan dalam dunia kerja. Artinya, ia memiliki orientasi praktis.

"Saya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari, dan saya memiliki komitmen pribadi untuk disiplin terhadap timeline yang sudah saya tetapkan," jelasnya dikutip dari laman UGM, Selasa (28/4/2026).

Tak cuma keinginan itu, pada praktiknya Tania selalu berusaha berkomitmen dan disiplin terhadap waktu. Itulah yang membuat ritme studinya terarah.

Manajemen Waktu yang Baik

Tania kemudian menceritakan juga tantangan yang ia rasakan selama menghadapi S2. Terlebih dalam pengelolaan waktu.

Ia harus bisa mengerjakan peneltian, tugas akademik, bimbingan, dan juga urusan pribadi lain. Beruntungnya, Tania menyiasati hal itu dengan manajemen waktu yang baik.

"Saya membuat jadwal yang terstruktur dan berusaha menjalankannya secara konsisten agar semua dapat berjalan seimbang," ujarnya.

Untuk menghindari risiko ketidaktepatan isi penelitian dengan singkatnya masa studi Tania, ia memaksimalkan perencaan studi di awal. Ia sudah menyicil susunan proposal dan rencana pengembangannya.

Tania juga mengaku disiplin dalam mengikuti bimbingan dan evaluasi mandiri. Menurutnya, strategi itulah yang menjadikannya lulus lebih cepat.

"Saya merencanakan penelitian sejak awal, mulai dari proposal hingga kesimpulan, serta disiplin mengikuti bimbingan dan melakukan evaluasi mandiri," jelasnya.

Dukungan Moral dari Orang Sekitar

Tania tak mau mengakui bahwa keberhasilannya hanya ia dapatkan seorang diri. Ia bersyukur karena keluarga dan orang di sekitarnya bisa memberikan dukungan moral yang baik.

"Pembimbing saya memberikan arahan yang jelas dan konstruktif. Selain itu, keluarga dan teman-teman juga sangat mendukung secara moral dan membantu menjaga semangat saya selama studi," katanya.

Pengorbanan di Balik Lulus Cepat

Memang, lulus lebih cepat menyisakan kesan yang baik bagi Tania. Namun, di balik itu ia butuh banyak pengorbanan.

Misalnya waktu main Tania yang jadi berkurang. Ia harus mengurangi waktu bersosialisasi dan berlibur bersama temannya.

Walau begitu, Tania tak ambil pusing. Ia melihatnya sebagai pengalaman dan pelajaran berharga dalam prosesnya belajar.

"Saya sempat mengurangi waktu bersosialisasi dan hiburan, bahkan saat momen seperti tahun baru, karena fokus menyusun Bab 4. Namun, saya menganggap itu sebagai bagian dari perjuangan dan pengalaman berharga," kenangnya.

Tania berpesan kepada mahasiswa lain agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ke depannya, ia akan mengaplikasikan ilmuna untuk dunia akademik ataupun untuk masyarakat.

"Pengalaman saya sangat positif, baik dari sisi akademik maupun lingkungan kampus yang mendukung. Pesan saya, manfaatkan waktu studi dengan maksimal dan jangan ragu mencari peluang," pesannya.




(cyu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads