Unik! Mahasiswa ISI Solo Sabet Juara 2 Desain Keranda Jenazah

ADVERTISEMENT

Unik! Mahasiswa ISI Solo Sabet Juara 2 Desain Keranda Jenazah

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 10 Mar 2026 03:00 WIB
Desain keranda
Mahasiswa ISI Surakarta, Robiantoro, meraih juara 2 desain keranda jenazah. Desain ini menawarkan solusi lebih manusiawi dalam prosesi pemakaman. Foto: Dok ISI Surakarta
Jakarta -

Mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta, Robiantoro Rinto Wijaya, meraih juara 2 desain keranda jenazah yang digelar Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Februari lalu. Ia dinyatakan sebagai pemenang pada Selasa (3/3/2026).

Kompetisi ini menantang warga umum, termasuk mahasiswa dan siswa SMK, untuk membuat desain 3D keranda jenazah yang mempertimbangkan material, berat maksimal, dan biaya produksi. Lewat inovasi para peserta, desain keranda diharapkan menghadirkan fungsi yang lebih baik, memberikan kenyamanan bagi para pengangkat, tidak terkesan menakutkan, dan tetap menjaga kehormatan jenazah.

Lantas, seperti apa rancangan mahasiswa Prodi Desain Interior ISI Solo ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perhatikan Keamanan Jenazah & Pengangkat

Pada kompetisi ini, Robiantoro mengusung aspek ergonomi, keamanan jenazah, hygiene, dan daya tahan. Menggunakan metal sheet yang melengkung ke bawah, alas jenazah ini berfungsi untuk memastikan posisi jenazah tidak tidak bergeser-geser atau terombang-ambing saat keranda diangkat.

Keranda tersebut juga dilengkapi tali webbing dengan buckle atau kepala sabuk untuk "mengikat" jenazah sehingga tidak mudah berpindah posisi. Aspek keamanan juga diterapkan pada saat perakitan yang menggunakan pengelasan (welding) agar keranda kokoh dan tahan lama.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, bagian tuas pegangan pengangkat jenazah yang berbahan stainless dilapisi bantalan dari bahan karet atau spons agar lebih nyaman untuk diangkat. Bantalan tersebut dibentuk seperti lembaran, lalu dilapisi kain ripstop agar tahan lama, dan dilengkapi velcro.

Keranda ini juga didesain memiliki roda pada bagian bawahnya, sehingga memudahkan pemindahannya di dalam area masjid, rumah sakit, maupun instansi lain.

Bagian pegangan juga bisa didorong ke dalam saat disimpan atau tidak dipakai. Pegangan ini dikunci dengan spring lock button. Kendati sistem pop-up ini sudah ada di pasaran, penampang pegangan pada keranda rancangannya berbentuk persegi berongga (hollow), bukan pipa bulat, sehingga titik penahan bebannya lebih stabil bagi pengangkat jenazah.

Mudah Dibersihkan

Robiantoro juga menggunakan bahan stainless steel pada rangka keranda agar tahan karat, mudah dibersihkan, dan tahan cuaca. Material ini menurutnya juga dapat dipakai karena banyak tersedia di pasaran.

Pembersihan keranda juga didukung desain melengkung pada alas jenazah sehingga air mengalir dengan lancar. Jika ingin membersihkan keranda lebih lanjut, pengurusnya bisa membongkar-pasang alas jenazah yang dikunci dengan sekrup. Detail ini menurutnya juga memudahkan penggantian alas jenazah dalam jangka panjang jika sewaktu-waktu rusak.

Dosen pembimbing Robiantoro, Eko Sri Haryanto, mengatakan konsep hingga gambar desain keranda ini dikembangkan secara intensif selama tiga hari lewat diskusi dan konsultasi.

"Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman," ucapnya.

Dikutip dari akun Instagram Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, kompetisi ini dibuka untuk mahasiswa, siswa SMK, praktisi las, hingga umum. Berikut para pemenang dan hadiahnya:

  • Juara 1, hadiah Rp 4 juta: Galang Firman dari PT MAK
  • juara 2, hadiah Rp 3 juta: Robiantoro Rinto Wijaya dari ISI Surakarta
  • Juara3 hadiah Rp 2 juta: Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Mahruz Hilmi Rosyadi, Fajar Wahyu Septiawan, dan Puspita Bella Kusumaningrum

Juara harapan:

  • Zaghlul Ayyasy dari Universitas Tidar (Untidar)
  • Khalifah Hanif dan Dimas Kurniawan dari Institut Teknologi Bandung (ITB)
  • Rizqi Fadhlurrohman dari Surabaya
  • Askar Abdullah dan Azzam Dharmawan
  • Alifaji Dewandanu
  • Farhan Luqmanul Haqim dari Politeknik Negeri Madiun
  • Adhi Setiyo Nugroho dari Inovakit.id atau PT Asasi Jaya Madani.



(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads