Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, Andi Tenri Azzah Amjan, mahasiswa Program Studi Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI), berhasil menembus forum kepemimpinan internasional di Amsterdam, Belanda. Ia menjadi satu-satunya delegasi dan pembicara asal Indonesia dalam ajang Amsterdam High-Level Leadership Forum 2026 yang digelar pada 13-16 Februari 2026.
Direktur Program Pendidikan Vokasi UI, Dr Safrin Arifin, SKM, S St, M Sc, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian tersebut.
"Keikutsertaan Tenri sebagai satu-satunya delegasi Indonesia dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Vokasi UI mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa Vokasi UI Andi Tenri Azzah Amjan (berdiri, kelima dari kiri) bersama rekan-rekan peserta forum. Foto: Dok UI |
Forum tersebut mempertemukan peserta dari 20 negara, membahas isu global mulai dari pendidikan, iklim, hingga pembangunan berkelanjutan. Bagi Tenri, kesempatan ini bukan sekadar ajang berbicara, tetapi ruang untuk membawa semangat perubahan dari Indonesia ke panggung dunia.
"Saya merasa terhormat bisa membawa isu lingkungan dan sosial dari Indonesia ke forum internasional. Diskusi lintas budaya membuka perspektif saya bahwa tantangan global seperti perubahan iklim dan ketimpangan sosial membutuhkan kolaborasi lintas negara dan disiplin," ujarnya, dikutip dari laman Vokasi UI.
Dari Komunitas Lokal ke Forum Global
Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Tenri telah aktif membangun komunitas pemberdayaan berbasis waste upcycling, gerakan yang mengajak anak muda untuk mengubah limbah menjadi karya bernilai. Melalui komunitas ini, ia bersama timnya mengolah sampah kertas menjadi tempat pensil, mendaur ulang plastik, serta memanfaatkan dedaunan dengan teknik eco-printing untuk menghasilkan karya seni ramah lingkungan.
"Bagi saya, isu lingkungan adalah ruang aksi. Perubahan bisa dimulai dari komunitas kecil dengan langkah sederhana namun konsisten," kata Tenri.
Dalam forum di Amsterdam, Tenri mempresentasikan gagasan tersebut di hadapan para pemimpin muda dunia. Menarik perhatian rekan-rekannya, ia juga dipercaya menjadi ketua kelompok diskusi internasional untuk merancang konsep komunitas sosial berkelanjutan.
Diasah di Bangku Kuliah
Keberhasilan Tenri didukung bekal pembelajaran yang ia peroleh di kampus. Melalui mata kuliah komunikasi antarbudaya, public speaking, hingga storytelling, ia belajar menyampaikan gagasan lingkungan secara persuasif dan terstruktur di hadapan peserta forum internasional.
Lewat forum tersebut, Tenri dinilai membuktikan bahwa pendidikan vokasi dapat melahirkan inovator yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peduli pada isu sosial dan lingkungan.
Capaian ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action).
(rhr/twu)












































