Tiga mahasiswa dari Universitas Indonesia (Ul) berhasil meraih gelar Grand Prix Winner pada ajang Il International Student and Young Scientist Project Competition Smart City 2030: Sustainable Urban Development Management in BRICS Countries.
Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Rr Adinda Shafa Salsabila, Aulia Finti Alda, dan Sherly Nandya Putri, dengan pembimbing Ketua Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik UI Prof Ir Antony Sihombing, MPd, PhD. Mereka berhasil meraih penghargaan tertinggi melalui gagasan pengembangan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas pada kategori Energy and Transport Infrastructure.
Mengutip keterangan resmi UI, kompetisi ini diselenggarakan Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University (Rusia) bersama Lovely Professional University (India), pada 1-31 Oktober 2025. Ajang kolaborasi mahasiswa, peneliti muda, dan ilmuwan untuk mendorong pengembangan kota berkelanjutan di negara-negara BRICS ini diikuti lebih dari 49 peserta dari enam negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soroti Tantangan di TOD Dukuh Atas
Mengusung proyek berjudul "Dukuh Atas TOD Towards Seamless Mobility: Physical and Institutional Integration for Optimizing Intermodal Transfer", tim mahasiswa Program Magister PWK FT UI menyoroti transformasi mobilitas Jakarta dari kota yang berorientasi pada kendaraan pribadi menjadi sistem transportasi publik dan mobilitas nonkendaraan bermotor yang lebih terintegrasi.
Kawasan Dukuh Atas dipilih sebagai studi kasus karena menjadi salah satu lokasi perintis penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di Indonesia. Area ini telah mengintegrasikan berbagai moda transportasi seperti MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, dan Transjakarta dalam satu kawasan.
Namun, meskipun secara spasial telah terhubung, pengalaman perpindahan antarmoda di kawasan tersebut dinilai belum sepenuhnya terpadu dan bebas hambatan (seamless). Para mahasiswa pun coba berfokus mencari solusi integrasi fisik dan integrasi kelembagaan agar sistem transportasi di TOD ini lebih efektif dan terkoordinasi.
"Penelitian kami menilai kualitas konektivitas jalur perpindahan, kenyamanan, keamanan, serta efisiensi waktu transfer. Dari sisi kelembagaan, kami mengkaji koordinasi antar operator, termasuk integrasi tarif dan jadwal layanan," jelas Salsabila, salah satu tim mahasiswa Program Magister PWK FT UI, dikutip dari keterangan resmi kampus, Kamis (26/2/2026).
"Melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pemangku kepentingan, kami mengidentifikasi akar permasalahan sekaligus merumuskan strategi peningkatan, baik melalui penguatan fasilitas transfer dan pengembangan hub terpusat, maupun sistem koordinasi terpadu untuk mendukung integrasi transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan," tambahnya.
Kompetisi Smart City 2030
Kompetisi Smart City 2030 bertujuan mendorong mahasiswa, peneliti muda, dan ilmuwan untuk mengembangkan proyek inovatif dalam pengelolaan pembangunan kota berkelanjutan di negara-negara BRICS menuju 2030.
Kompetisi ini mencakup empat bidang utama, yakni Intellectual and Creative Development of the City, Safe and Comfortable Urban Environment, Technologies and Services for a Smart City, serta Energy and Transport Infrastructure.
Proses seleksi kompetisi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari evaluasi administrasi dan substansi proposal hingga penilaian dewan ahli berdasarkan kualitas riset, inovasi, metodologi, dan relevansi terhadap isu pembangunan kota berkelanjutan. Di tahap final, para mahasiswa mempresentasikan proyeknya secara daring atau hybrid.
Diapresiasi Kampus
Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), Prof Kemas Ridwan Kurniawan, ST, MSc, PhD, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut, menekankan bahwa prestasi ini membuktikan mahasiswa FUI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan inovatif dan solutif yang relevan dengan tantangan global.
la menambahkan, keberhasilan Dukuh Atas Mobility Team menunjukkan komitmen FT UI dalam mendorong riset yang berdampak nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi FTUI sebagai institusi pendidikan teknik yang berdaya saing internasional. Capaian ini sekaligus menegaskan peran Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) FT UI dalam menghasilkan perencana kota yang mampu menjawab tantangan urbanisasi global melalui pendekatan riset yang integratif, aplikatif, dan berbasis kebijakan.
(crt/twu)











































