Ramadan di Inggris, Begini Dukungan untuk Mahasiswa Muslim di Bournemouth University

ADVERTISEMENT

Ramadan di Inggris, Begini Dukungan untuk Mahasiswa Muslim di Bournemouth University

Abdur Rahman Ramadhan - detikEdu
Rabu, 25 Feb 2026 05:00 WIB
Colorful Ramadan Lanterns Ramadan Month Background, Eid Mubarak Concept Photo, Uskudar Istanbul, Turkiye (Turkey)
Ilustrasi Ramadan. Foto: Getty Images/Raul C
Jakarta -

Bulan Ramadan kembali hadir di Bournemouth University dengan semangat kebersamaan dan refleksi spiritual.

Dilansir dari laman resmi Bournemouth University, kampus di Inggris selatan ini menyediakan berbagai fasilitas bagi mahasiswa Muslim yang menjalankan ibadah puasa, mulai dari ruang ibadah hingga jadwal buka puasa bersama.

Tak hanya itu, komunitas Muslim di kampus juga aktif menciptakan lingkungan inklusif yang mendukung keseimbangan antara akademik dan spiritualitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ruang Refleksi dan Kegiatan Ramadan di Kampus

Kegiatan Ramadan di Bournemouth University berlangsung mulai Selasa, 17 Februari hingga sekitar Rabu, 18 Maret 2026. Selama bulan suci ini, mahasiswa muslim berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam, dan kampus memastikan mereka memiliki ruang yang nyaman untuk beribadah serta berbuka puasa.

Faith & Reflection Centre yang berlokasi di Talbot House, Talbot Campus, buka hingga pukul 8 malam setiap hari kerja selama Ramadan. Di sini, mahasiswa dapat melaksanakan salat, berbuka puasa, hingga mengikuti sesi refleksi Al-Quran.

ADVERTISEMENT

Kegiatan sore dimulai pukul 5 dengan lingkaran refleksi Al-Qur'an terpisah untuk mahasiswa laki-laki dan perempuan, diikuti buka bersama sederhana dengan kurma dan air sebelum salat Magrib.

Setelah salat, hidangan buka puasa disajikan oleh komunitas kampus. Sebagai bentuk dukungan, pihak universitas juga menyediakan kurma di pintu masuk dua perpustakaan, yaitu Sir Michael Cobham Library dan Weston Library setiap waktu berbuka.

Dukungan dan Kepedulian untuk Mahasiswa Muslim

Pihak Bournemouth University menekankan bahwa dukungan terhadap mahasiswa Muslim bukan hanya soal menyediakan ruang ibadah, tetapi juga menciptakan pemahaman dan empati lintas budaya.

"Dukungan terhadap Muslim bukan sekadar memikirkan apa yang harus dikatakan kepada seseorang yang sedang berpuasa selama Ramadan; ini tentang menunjukkan pemahaman dan mempertimbangkan bagaimana kita bisa mendukung mereka di masa ini," tulis pihak universitas dalam panduannya.

Faith & Reflection Centre juga terbuka bagi siapa pun, baik yang beragama, yang tidak beragama, atau yang hanya ingin mencari ruang tenang, mendengarkan, atau berbagi refleksi selama bulan Ramadan. Dukungan emosional ini menjadi penting terutama bagi mahasiswa internasional yang menjalankan ibadah jauh dari keluarga.

Komunitas Muslim yang Aktif dan Inklusif

Melengkapi suasana Ramadan, Bournemouth University Islamic Society berperan aktif dalam membangun komunitas Muslim yang solid. Organisasi ini memiliki misi untuk "membangun komunitas yang suportif dan inklusif bagi mahasiswa Muslim di Bournemouth University, dengan menumbuhkan nilai-nilai Islam, keunggulan akademik, serta pengembangan pribadi."

Kegiatan mereka meliputi salat Jumat, kajian Islam, dukungan akademik, serta kegiatan sosial seperti perayaan Idulfitri, malam budaya, hingga aksi sosial dan interfaith dialogue. Presiden Islamic Society, Atygai Alimov, menegaskan bahwa komunitas ini terbuka bagi siapa pun yang ingin memperkuat iman, mencari dukungan akademik, atau sekadar menemukan tempat berkoneksi dengan sesama.

Dengan kombinasi dukungan kampus dan semangat komunitas, Ramadan di Bournemouth University dapat menjadi momen spiritual dan wujud nyata inklusivitas di lingkungan pendidikan internasional.




(rhr/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads