Literasi Perilaku Anak Agresif dari Sudut Pandang Psikologis

ADVERTISEMENT

Resensi Buku Edu

Literasi Perilaku Anak Agresif dari Sudut Pandang Psikologis

Penulis Resensi - Dr Muhammad Sufyan Abdurrahman - detikEdu
Rabu, 18 Feb 2026 12:30 WIB
Buku Perilaku Agresif Anak
Foto: (Dokumentasi Dr Muhammad Sufyan Abdurrahman)
Jakarta -

Pembaca detikEdu, kiranya dalam keseharian kita (terutama melalui WAG/WhatsApp Group), apa kian mudah melihat video viral bocah merisak sesama bocah? Atau yang masih hangat sekaligus miris melihatnya, saat sekelompok siswa SMK mengeroyok bengis seorang gurunya di Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi?

Fenomena tersebut --tanpa bermaksud membenarkan-- memang wajar kian mudah berpindah satu WAG ke lainnya. Sebab, Data SIMFONI-PPA per Januari 2024 mencatat sudah lebih dari 21 ribu kasus kekerasan anak di tanah air! Situasi tersebut menegaskan pentingnya literasi macam buku yang satu ini, yang tidak hanya menjelaskan fenomena, tetapi juga memberi pemahaman teoritis sekaligus solusi praktis agar perilaku agresif dapat dikendalikan.

Struktur buku terdiri tujuh bab yang disusun sistematis. Bab pertama berisi pendahuluan yang menjelaskan konteks maraknya kasus agresivitas anak dan alasan pentingnya penelitian dalam bidang ini. Penulis menekankan bahwa topik ini relevan tidak hanya bagi kalangan akademis tetapi juga bagi praktisi pendidikan dan orang tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bab kedua membahas teori tentang perilaku agresif. Uraian mencakup teori terjadinya perilaku agresif, pendekatan kognitif sosial, ragam jenis agresi, hingga faktor penyebab yang beragam dari sisi internal maupun eksternal. Bab ini memperlihatkan bahwa perilaku agresif bukan muncul secara tunggal, melainkan hasil interaksi kompleks antara diri anak dan lingkungannya.

Bab ketiga menyoroti bagaimana anak membentuk persepsi terhadap peristiwa agresif. Penulis mengurai definisi persepsi, faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan persepsi, serta keterkaitan perkembangan kognitif anak usia sekolah dengan kecenderungan menafsirkan peristiwa agresif di sekitarnya. Penekanan diberikan pada pentingnya peran persepsi sebagai pintu awal terbentuknya perilaku agresif.

ADVERTISEMENT

Bab keempat menyajikan paparan peristiwa agresif yang dialami maupun disaksikan anak. Dalam bab ini pembaca dapat melihat bahwa agresivitas tidak hanya hadir dalam bentuk pengalaman pribadi, tetapi juga melalui observasi terhadap tindakan orang lain. Dengan demikian, paparan lingkungan berpotensi memperkuat kecenderungan anak untuk mengimitasi perilaku agresif.

Bab kelima mengulas dimensi jenis kelamin. Penulis menampilkan hasil kajian yang menunjukkan perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan dalam mengekspresikan agresivitas. Laki-laki cenderung lebih sering melakukan agresi fisik, sementara perempuan lebih banyak menunjukkan bentuk agresi verbal atau relasional.

Bab keenam menguraikan konsep self anak. Topik ini dibagi ke dalam lima aspek, yakni pengertian self, perkembangan konsep diri, harga diri, serta bagaimana anak mempresentasikan dirinya. Bab ini penting karena self terbukti memengaruhi cara anak menanggapi pengalaman agresif sekaligus menentukan bagaimana mereka mengekspresikan respons.

Bab ketujuh berfungsi sebagai sintesis yang memadukan persepsi, self, dan jenis kelamin. Penulis menjelaskan hubungan signifikan antara ketiga aspek tersebut dengan perilaku agresif anak. Bab ini menjadi bagian yang sangat aplikatif karena mengaitkan analisis teoritis dengan implikasi nyata bagi pencegahan dan penanganan agresivitas di sekolah maupun keluarga.

Penulis buku sendiri Dr I Gusti Ayu Agung Noviekayati, MSi, seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sekaligus psikolog. Ia aktif sebagai peneliti, konselor, sekaligus pembicara di seminar nasional maupun internasional.

Latar belakang akademiknya yang kuat serta kepeduliannya pada isu perkembangan anak menjadikan karya ini penting dibaca akademisi, guru, orang tua, maupun praktisi psikologi yang ingin memahami dan mengurangi agresivitas anak.

Bahasan Penting

Bagian menarik lainnya adalah uraian mengenai persepsi anak terhadap peristiwa agresif. Anak, menurut teori kognitif sosial, tidak sekadar meniru lingkungan, tetapi secara aktif membangun persepsi atas situasi yang dihadapinya.

Ketika seorang anak menyaksikan atau mengalami tindakan agresif, ia akan menafsirkan kejadian tersebut, menyimpannya dalam memori, dan menggunakannya sebagai acuan untuk merespons peristiwa berikutnya.

Proses retensi ini menentukan apakah persepsi anak terhadap agresi menjadi positif atau negatif. Anak yang terbiasa menyaksikan konflik di rumah, misalnya, bisa jadi menganggap agresi sebagai cara normal menyelesaikan masalah.

Adapun anak dengan kepribadian (self) kuat dan dukungan lingkungan sehat akan lebih mungkin menganggap agresi sebagai perilaku salah.

Relasi antara self dan persepsi anak juga dibahas mendalam. Anak yang memiliki self positif, mengenali kekuatan dan kelemahannya, serta mampu mengatur emosi, cenderung membentuk persepsi negatif terhadap agresi dan lebih memilih cara-cara damai. Sebaliknya, anak dengan harga diri rendah lebih mudah menilai lingkungan secara negatif dan rentan menempuh jalan agresif.

Demikian pula paparan peristiwa agresif yang konsisten dialami atau disaksikan anak dapat membentuk perilaku agresif sebagai pola yang menetap. Karena itu, penulis menegaskan pentingnya membangun lingkungan keluarga yang sehat, pendidikan emosional sejak dini, serta kontrol sosial di sekolah agar anak tidak menjadikan agresi sebagai solusi utama.

Secara keseluruhan, buku ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kompleksitas perilaku agresif anak. Sinopsis di sampul belakangnya pun menegaskan, buku ini tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi praktis untuk membantu para orang tua, guru, dan pemerhati anak dalam memahami sekaligus mengendalikan kecenderungan agresif. Satu catatan kecil sebagai masukan, pembahasan mengenai strategi intervensi praktis masih bisa diperdalam agar pembaca mendapatkan panduan yang lebih konkret dalam menangani perilaku agresif anak di lingkungan sehari-hari. Semogat kirang berkurang bahkan siran kisah miris kisah anak agresif di sekitar kita umumnya dan khususnya di WAG antar kita.

Judul Buku: Prilaku Agressif Anak
Penulis: Dr I Gusti Ayu Agung
Penerbit: PT Refika Aditama, Bandung
Tahun Terbit: Maret 2025 | 120 halaman | ISBN: 978 623 5031 040

*) Dr Muhammad Sufyan Abdurrahman, Dosen Digital PR Telkom University




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads