Berkat Hal Ini 3 Mahasiswa UB Bisa Magang ke Jepang, Belajar di Kampus Top!

ADVERTISEMENT

Berkat Hal Ini 3 Mahasiswa UB Bisa Magang ke Jepang, Belajar di Kampus Top!

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 15 Feb 2026 07:00 WIB
Tiga mahasiswa UB magang riset di Intelligent Media Systems Laboratory, The Institute of Scientific and Industrial Research (SANKEN) dan The University of Osaka
Foto: UB/Tiga mahasiswa UB magang riset di Intelligent Media Systems Laboratory, The Institute of Scientific and Industrial Research (SANKEN) dan The University of Osaka.
Jakarta -

Mahasiswa bisa memulai impian ke luar negeri dengan mengikuti magang. Pengalaman ini dirasakan oleh tiga mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) yang berhasil pergi ke Jepang untuk magang.

Ketiga mahasiswa tersebut yaitu Muhammad Rifqi Fauzi, Putu Wahyu Kusuma, dan Josh Alevshan. Mereka bisa magang ke Jepang berkat program STARS UB.

Mengutip laman resmi UB, Program STARS (Student Academic Research Scheme) merupakan inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset melalui kolaborasi dengan lembaga riset nasional maupun akademisi internasional. Program ini memfasilitasi mahasiswa menyelesaikan tugas akhir di lembaga riset dalam negeri atau universitas/laboratorium luar negeri, dibimbing oleh dosen UB dan dosen dari institusi mitra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Magang Riset di The University of Osaka

Ketiga mahasiswa UB akan menjalani magang riset di Intelligent Media Systems Laboratory, The Institute of Scientific and Industrial Research (SANKEN) dan The University of Osaka. Mereka akan magang selama 30 hari sejak 26 Januari 2026 dan dibimbing oleh Prof Yuta Nakashima.

ADVERTISEMENT

Selama program, ketiganya mendapatkan pengalaman riset intensif di bawah bimbingan Profesor Yuta Nakashima dari Intelligent Media Systems Laboratory, SANKEN, The University of Osaka. Mereka belajar langsung tentang teknologi intelligent media dan kecerdasan buatan.

Topik riset masing-masing berkaitan erat dengan pengembangan teknologi deep learning.

Riset Tentang Generative AI

Selama magang, Rifqi Fauzi meneliti salah satu implementasi Generative Al, Wahyu Kusuma mengkaji Multimodal Medicine, sementara Josh Alevshan fokus pada deteksi manusia menggunakan model Deep Learning konvolusional.

Josh mengatakan, riset yang dibawanya bersama dua mahasiswa UB lain mendapat respons positif dari Prof Yuta. Bahkan, riset mereka disarankan untuk dikembangkan lebih lanjut.

"Prof Yuta menilai bahwa riset yang dikembangkan memiliki potensi yang menarik dan menjanjikan, meskipun masih memerlukan diskusi lanjutan untuk pendalaman metodologi dan penguatan arah penelitian. Pihak laboratorium yang mewakili Prof. Yuta juga menyampaikan bahwa riset tersebut memiliki prospek untuk dikembangkan lebih lanjut dalam kerangka riset state-of-the-art di bidang AI," ujar Josh, dikutip dari laman UB.

Atas pencapaian mahasiswanya, dosen pembimbing dari UB, Dr. Eng. Novanto Yudistira, S.Kom., M.Sc., mengakui bahwa The University of Osaka sangat mendukung "Program UB STARS", termasuk fasilitas laboratorium, akomodasi, serta transportasi selama kegiatan berlangsung.

"Dukungan dari The University of Osaka merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional melalui International Agreement (IA) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Brawijaya dan The University of Osaka, yang termasuk dalam jajaran QS Top 100 World Universities," tuturnya.

Ke depan, pengalaman riset internasional mahasiswa UB diharapkan menjadi kontribusi strategis dalam peningkatan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi di lingkungan FILKOM UB.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(crt/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads