Apakah detikers pernah mengikuti Model United Nations (MUN) atau bahkan jadi juara delegasi terbaik di ajang tersebut? Kabar baik, kini prestasi di MUN telah terintegrasi dengan data di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sertifikat atau skor di MUN dapat menjadi nilai plus saat daftar ke perguruan tinggi negeri (PTN) maupun kampus top di luar negeri. Hal ini disampaikan oleh President of Internasitional Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal.
"Jadi kita bicara dari perspektif dulu untuk siswa. Siswa itu saat ini kita sudah di kurasi oleh Puspresnas dimana kalau misalkan para peserta misalkan anak SMP atau SMA itu sertifikatnya itu akan memiliki kredit skor yang tinggi," kata Fahrizal dalam acara Press Conference International Global Network, di Discovery Hotel, SCBD, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fahrizal, kemampuan best delegates di MUN terbukti lewat hard skill maupun soft skill mereka. Sebab pada dasarnya, para peserta MUN telah dilatih public speaking hingga leadership yang baik.
"Jadi itu akan sangat memudahkan bagi anak-anak untuk bisa masuk universitas top, university di Indonesia dengan kredit skor yang sangat tinggi karena levelnya internasional," tuturnya.
Apa Itu Model United Nations (MUN)?
Model United Nations atau MUN adalah simulasi sidang resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Peserta dari MUN adalah siswa SMP, SMA atau mahasiswa.
Fahrizal menyebut, peserta MUN adalah mereka yang pelajar yang mempunyai keunggulan dalam skill public speaking, bernegosiasi, berpikir kritis, diplomasi, hingga kepemimpinan. Mereka akan melakukan sidang selayaknya yang dilakukan para perwakilan negara di PBB.
"Nah, sedangkan bagi pendidikan sendiri khususnya anak-anak muda di negara kita di Indonesia itu sebetulnya penting karena mereka nanti anak-anak muda ini sudah diajarkan dan belajar untuk memahami isu global yang sedang hangat pada saat itu dan juga kita juga mengajarkan anak-anak untuk belajar untuk memahami tentang soft skills," katanya.
Lewat MUN, pelajar dilatih untuk memberikan argumentasi tentang suatu isu global penting. Tak hanya menyampaikan gagasan, tetapi peserta MUN juga dilatih membuat solusi dan ide penyelesaian atas permasalahan yang ada.
"Ide aja tidak cukup apalagi Indonesia ini negara demokrasi jadi ide dan juga bagaimana kita bisa meng-influence others untuk mengikuti gagasan dan ide pendapat kita itu juga menjadi sangat penting untuk bisa mengimplementasikan itu menjadi nyata," beber Fahrizal.
Cara Ikut Model United Nations
Komunitas MUN biasanya dapat ditemui di kampus-kampus. Selain itu, pelajar juga bisa mendaftar secara mandiri di International Global Network.
"Jadi dari tahun 2016 para peserta itu mereka langsung mendaftar melalui website dan mereka akan menuliskan paper dimana paper itu akan kita kurasi atau kita seleksi untuk kita pilih siapa yang mereka layak untuk mengikuti program kami di mana kita akan mengirimkan letter of acceptance," kata Fahrizal.
Ke depannya, Fahrizal dan IGN telah bekerja sama dengan sekolah. Sehingga, pelajar dengan kemampuan yang mumpuni untuk mengikuti MUN dapat mengikuti pembelajaran di IGN.
"Nah, (sejak) tahun 2022 ke depan memang kita banyak berkolaborasi dengan sekolah dimana seleksi itu sudah tidak dilakukan lagi hanya oleh kita. Jadi ada yang direct ke kita melalui website ada juga yang melalui seleksi screening sekolah," katanya.
"Jumlah alumni kami saat ini lebih dari 31 ribu untuk alumni yang mereka mengikuti event secara offline atau secara langsung dan untuk virtual conference yang kita lakukan di tahun 2020 itu juga alumni-nya sudah lebih dari 21 ribu," pungkas Fahrizal.
(cyu/nah)











































