Analisis Data Kuantitatif jadi Lebih Efisien dengan Software Statistik dan AI

ADVERTISEMENT

Analisis Data Kuantitatif jadi Lebih Efisien dengan Software Statistik dan AI

Dita - detikEdu
Rabu, 21 Jan 2026 06:00 WIB
Analisis Data Kuantitatif jadi Lebih Efisien dengan Software Statistik dan AI
Foto: (Dok detikCourse)
Jakarta -

Kemampuan analisis data kuantitatif kini menjadi bekal penting di dunia akademik dan profesional. Banyak orang sudah akrab dengan SPSS, JASP, atau JAMOVI, tetapi masih sering terjebak pada kebingungan saat membaca output regresi, korelasi, komparasi, hingga path analysis.

Kini, kamu bisa mempelajari skill tersebut di Bootcamp Analisis Data Kuantitatif batch 4, sebagai program intensif 40 hari yang membantu kamu belajar statistik secara lebih terarah dan aplikatif.

Proses belajar berlangsung selama 40 hari dengan pendampingan intensif dari expert nasional di bidang analisis data kuantitatif. Pembelajaran tidak berhenti di kelas live, tetapi juga dilengkapi diskusi aktif, penugasan praktik, serta studi kasus dari artikel ilmiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa yang akan kamu pelajari di bootcamp ini?

  • Analisis deskriptif, komparasi, korelasi, dan regresi secara runtut dan aplikatif
  • Analisis time series dan data panel untuk kebutuhan riset ekonomi dan bisnis
  • Path analysis dan pemodelan struktural sederhana dengan SmartPLS
  • Interpretasi output statistik dan penyusunan laporan hasil analisis
  • Pemanfaatan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity untuk interpretasi, narasi hasil, dan troubleshooting.

Detail pelaksanaan kelas:

ADVERTISEMENT

Tanggal: 13 Januari - 18 Februari 2026
Waktu: 19:00 - 21:30 WIB
Lokasi: Online melalui Zoom

Bootcamp Analisis Data Kuantitatif batch 4 cocok untuk kamu yang sedang mengejar kelulusan, ingin meningkatkan kualitas riset, atau membutuhkan skill statistik yang relevan untuk dunia kerja.

Daftar sekarang hanya di detikevent!




(nwk/nwk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads