Sebanyak enam guru Indonesia berhasil menerima penghargaan guru berprestasi dari Thailand bertajuk Princess Maha Chakri Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada guru yang dinilai berhasil memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan.
Melansir dari laman resminya, Princess MahaChakri Award adalah penghargaan yang diberikan setiap dua tahun sekali kepada guru-guru yang berhasil mengubah kehidupan siswa dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat. Penerima penghargaan akan mendapatkan medali Princess MahaChakri Award, bros kehormatan emas, plakat penghargaan, uang sebesarUSD 10.000 atau sekitar Rp 168.700.000 (nilai tukar Rp 16.870), dan sertifikat kehormatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Princess Maha Chakri Award telah diberikan kepada guru-guru di 14 negara yaitu Bangladesh, Bhutan, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Timor-Leste, dan Thailand. Dr Benjalug Namfa selaku Committee Member and Manager Princess Maha Chakri Award Foundation berharap penghargaan ini bisa diadakan di negara lain.
"Karena tahun ini adalah tahun pertama ekspansi ke tiga negara lagi, jadi kami sedang mempelajari kinerja dan dampaknya sebelum merencanakan. Tapi ya, kami berencana untuk berekspansi ke lebih banyak negara," ujarnya kepada detikEdu di Kantor Kedutaan Besar Kerajaan Thailand Jl Dr Ide Anak Agung Gde Agung, Jakarta, dikutip Rabu (14/1/2026).
Tahun ini, Princess Maha Chakri Award Foundation juga berencana untuk mendirikan akademi guru. Akademi ini nantinya akan memberikan pelatihan bagi para guru dan calon guru. Selain itu, para guru dengan keahlian yang sama juga dapat berkolaborasi.
"Di akademi guru, akan ada sekelompok guru yang tertarik pada isu yang sama, atau keahlian yang sama, sehingga mereka dapat bekerja dan berbagi, dan mereka juga dapat meningkatkan diri bersama," jelas Dr. Benjalug.
"Kami sedang mempertimbangkan, dan kami juga bekerja sama dengan Singapura dalam akademi guru. Jadi di akademi guru, akan ada pengembangan guru, dengan berbagi pengalaman," imbuhnya.
Profil 6 Guru Penerima Princess Maha Chakri Award
1. Herwin Hamid (Penerima Tahun 2015)
Herwin Hamid memulai kariernya sebagai guru sains di SMP 6 Kendari pada tahun 2006. Sejak saat itu, kariernya terus berkembang hingga sekarang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah untuk Pengembangan Kurikulum.
Herwin dikenal karena berhasil mengembangkan pembelajaran interaktif, simulasi sains, dan implementasikoding serta AI. Iameupakan penerima Princess MahaChakri Award pertama di Indonesia.
2. Encon Rahman (Penerima Tahun 2017)
Encon merupakan guru matematika, sains, dan ilmu pengetahuan sosial di SD Mekarwangi Bogor. Ia telah menerbitkan enam buku paket sekolah dan dua buku ilmu sosial.
Berkat kontribusinya itu, Encon menjadi penerima penghargaan guru SD terbaik nasional. Penghargaan inilah yang mengantarkan Encon sebagai penerima Princess Maha Chakri Award pada tahun 2017.
3. Rudi Haryadi (Penerima Tahun 2019)
Rudi awalnya bekerja sebagai internet service provider sebelum diajak guru lain untuk mendampingi kelas komputer. Kecintaannya pada dunia belajar-mengajar mulai tumbuh dari momen ini.
Pria asal Bogor itu semakin dikenal berkat pendekatan pembelajarannya yang berfokus pada minat dan pemahaman siswa. Ia sengaja merancang materi sekolah dengan menyesuaikan hobi siswa. Dedikasi Rudi membawanya ke penghargaan guru terbaik nasional serta penerima Princess Maha Chakri Award ke-3 dari Indonesia.
4. Khoiriah Abdul Mukti (Penerima Tahun 2021)
Khoiriah telah mendedikasikan lebih dari 28 tahun hidupnya sebagai guru. Guru asal Bandar Lampung itu senantiasa mendorong siswanya untuk berpartisipasi dalam olimpiade maupun riset sains.
Sebagai bukti dari semangatnya, Khoiriah menamatkan gelar doktor di bidang edukasi sains pada 2024. Khoiriah adalah penerima Princess Maha Chakri Award 2021 dari Indonesia.
5.Harisdayani (Penerima Tahun 2023)
Harisdayani harus menghadapi tantangan berupa pembelajaran jarak jauh akibat pandemi COVID-19. Untuk menghadapi pandemi global ini, Harisdayani mengintegrasikan teknologi dalam pembelajarannya.
Guru asal Binjai itu juga aktif memberikan pelatihan kepada guru-guru lain. Dedikasi Harisdayani tidak luput dari perhatian negara maupun dunia internasional. Harisdayani didapuk sebagai Ambassador Technology-Based Learning dan penerima Princess Maha Chakri Award 2023.
6. Ade Putri Sarwendah (Penerima Tahun 2025)
Pada Oktober 2025 lalu, Ade Putri Sarwendah mempresentasikan metode pengajarannya langsung di depan Putri Maha Chakri di Thailand. Ade diundang sebagai penerima Princess Maha Chakri Award 2025.
Lebih dari 15 tahun lamanya Ade telah mengabdi sebagai guru anak berkebutuhan khusus. Ia telah mengembangkan beragam aplikasi pembelajaran dan senantiasa berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Itulah enam guru berprestasi penerima Princess Maha Chakri Award. Inspiratif kan?
