Mahasiswa UGM Jadikan Genjer Campuran Bahan Baku Yoghurt

Mahasiswa UGM Jadikan Genjer Campuran Bahan Baku Yoghurt

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikEdu
Selasa, 29 Nov 2022 13:30 WIB
Yoghurt genjer
Foto: (Dokumentasi UGM)
Jakarta -

Genjer selama ini dikenal sebagai gulma di sawah dan rawa. Bisa dimanfaatkan pula sebagai bahan pangan dengan diolah sebagai sayuran tumis. Namun, genjer sebagai campuran bahan baku minuman yoghurt, dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Apa alasannya?

Kombinasi dari yoghurt dan genjer dipilih karena kandungannya berguna untuk mencegah dislipidemia serta gangguan pencernaan. Adalah 5 mahasiswa UGM yang mengembangkan inovasi ini. Mereka adalah Silvestra Gratiana Tyas Vita Wimasari (Fisipol), Sinatrya Larasati Putri (Fakultas Peternakan), Abdullah Faedi Rahman (Fakultas Geografi), dan Annisa Citra Gitaswari (FakultasTeknik) dan Annisa Nur Wijayanti (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan)

"Produk ini diciptakan dengan tujuan agar dapat menjadi minuman yang membantu masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan serat harian dan melengkapi gaya hidup sehat bagi masyarakat dengan menghadirkan cara baru yang lebih unik dan kreatif sebagai solusi baru untuk mengonsumsi sayuran," ujar Annisa Nur Wijayanti dilansir dari laman UGM.

Produk ini dibuat dengan mengombinasikan olahan susu yang difermentasikan dengan bakteri Lactobacillus bulgaricus dengan genjer yang sudah dikeringkan dan diolah menjadi tepung genjer. Minuman ini diberi nama YOGER atau Yoghurt Genjer.

Annisa menambahkan inovasi ini diperlukan untuk mengangkat genjer dari segi nilai ekonominya. Meski mudah ditemui, tanaman genjer memang sering dianggap gulma oleh para petani. Karena itu, produk ini menjadi salah satu inovasi pemanfaatan genjer dalam bentuk minuman yang unik sekaligus menyehatkan.

Inovasi YOGER ini diikutkan dan menang dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) UGM yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Sementara itu, dosen pendamping tim PKM Kewirausahaan YOGER, Dr Fatma Zuhrotun Nisa, STP, MP, menambahkan bahwa usaha YOGER memiliki prospek untuk berkembang karena sangat inovatif yaitu mengangkat genjer yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, namun jarang dikonsumsi atau jarang dikenal oleh masyarakat. Fatma menilai YOGER memiliki rasa yang dapat diterima oleh masyarakat sehingga besar kemungkinan laku di pasar.

"Bahan produksi juga cukup tersedia di daerah tertentu dan produknya mudah dibuat. Hanya saja mungkin perlu proses untuk mengenalkan produk ke masyarakat, seperti melalui iklan ataupun pameran-pameran agar semakin dikenal," tutur Fatma.

Tag
Ugm
Genjer
Gulma
Yoghurt
Yoger



Simak Video "UGM Dapat Hibah 5 Pesawat Microlight dari KLHK"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia