Kisah Dessy, Penenun Lulusan Program Dikti Vokasi yang Dipuji Iriana Jokowi

Kisah Dessy, Penenun Lulusan Program Dikti Vokasi yang Dipuji Iriana Jokowi

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 25 Okt 2022 13:30 WIB
Dessy Ratna Penenun Lulusan Program Ditjen Dikti Vokasi
Foto: Doc. Ditjen Dikti Vokasi Kemdikbud/Dessy Ratna Penenun asal Manggarai Barat
Jakarta -

Salah satu program Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) kembali melahirkan perintis usaha daerah yang menjanjikan dari bidang tenun. Dia adalah Dessy Ratna.

Dessy dikenal sebagai salah satu perintis usaha tenun muda asal Buas, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia mengikuti program PKW pada tahun 2021 lalu dan menjadi ketua pada program tersebut.

Program PKW sendiri adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan, dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha.

Dessy menjadi salah satu dari 1.000 pemuda/pemudi NTT yang mengikuti program PKW Tekun Tenun 2021. Deia juga menjadi angkatan pertama dari 64 peserta di Kabupaten Manggarai Barat.

Program ini menyasar 1.000 peserta dari 18 kabupaten/kota se-Provinsi NTT. Kabupaten Manggarai Barat adalah salah satunya.

"Saya ingat saat itu program PKW dilaksanakan di kantor Desa Aula Kantor Kecamatan Lembor pada Rabu, 20 Oktober 2021. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat, Ibu Trince Yuni Endi," kata Dessy dikutip dari laman Ditjen Vokasi Kemendikbud.

Awalnya Tidak Tertarik, Kini Berkiprah sebagai Penenun

Dessy memang lahir dari keluarga penenun, namun dia mengaku awalnya tak tertarik menenun. Minatnya pada tenun justru didapat dari program PKW yang ia ikuti.

Bahkan saat menjadi Ketua Kelompok PKW angkatan 2021, ia kerap diminta untuk mengisi materi pada pelatihan-pelatihan tenun yang digelar oleh Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) di daerahnya.

Hal itu berlanjut ketika setelah lulus program PKW pada Oktober tahun lalu, Dessy memilih berkiprah sebagai penenun.

Dengan alat tenun bantuan program PKW sebagai modal, Dessy menyalurkan hasil karyanya melalui Dekranasda Kabupaten Manggarai Barat. Dessy juga kerap membawa hasil tenunnya ke sejumlah pameran-pameran.

Dia bercerita bahwa minatnya semakin kuat karena ibunya juga terlibat aktif dalam program PKW. Ibunya lebih dulu dikenal sebagai penenun dan menjadi salah satu pelatih dalam program tersebut.

"Mama memang penenun jadi dilibatkan dalam PKW," ucap Dessy.

Proses Pelatihan Program PKW

Dessy juga menceritakan tentang proses selama sebulan masa pelatihan, di mana ia harus menempuh jarak yang lumayan jauh ke tempat pelatihan menenun.

Dia menghabiskan waktu sekitar satu jam dari rumahnya di Kampung Ngancar, Desa Buas ke Kantor Desa Poco Rutang tersebut.

Selama masa pelatihan, Dessy mempelajari banyak hal tentang menenun, mulai bagaimana memilah helaian benang pada proses awal menenun, penyetelan alat tenun, hingga proses menenun itu sendiri.

"Ternyata memang tidak mudah, tapi setelah dipelajari, rupanya menyenangkan dan bisa juga ternyata saya menenun," ujarnya.

Diapresiasi Iriana Jokowi hingga Ibu Mendikbudristek

Setelah selesai masa pelatihan, sesekali bersama ibunya, Dessy ikut serta untuk berkeliling ke desa-desa lain untuk memastikan alumni PKW tetap aktif menenun.

Hal itu membuat kompetensi Dessy dalam menenun lambat hari semakin terasah. Berbagai motif khas Manggarai Barat seperti motif mata manuk ia kuasai dengan mudah.

Perempuan berusia 21 tahun tersebut juga cukup produktif dalam menenun. Dalam sebulan ia bisa menghasilkan sekitar 10 lembar kain tenun yang ia jual dengan harga berkisar antara Rp 800 ribu hingga Rp 2,5 juta.

Tidak hanya itu, hasil tenun Dessy juga kerap dipamerkan dan laris manis di borong para tamu. Dia bahkan kerap tampil untuk memperkenalkan kain tenun Manggarai Barat atau memperagakan cara menenun di hadapan para tamu-tamu yang datang.

Salah satunya adalah saat kunjungan kerja Ibu Negara, Iriana Joko Widodo bersama anggota OASE Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) di Hotel Meruorah Komodo, Labuan Bajo, akhir September 2022 lalu.

Saat itu, Dessy sebagai peserta didik binaan program PKW mendemokan praktik tenun secara langsung di hadapan Ibu Negara dan tamu-tamu lainnya, termasuk Ibu Mendikbudristek, Franka Makarim.

Dalam kesempatan itu, Dessy langsung mendapat apresiasi dari Ibu Iriana Joko Widodo.

"Puji Tuhan, beruntung sekali bisa ikut kegiatan PKW karena jadi bisa tenun, bisa kerja juga di sini. Pokoknya bangga jadi penenun karena bisa memperkenalkan kain tenun Manggarai Barat, ciri khasnya seperti apa ke orang-orang di luar sana. Ketemu banyak orang juga," tuturnya.



Simak Video "Diduga Hina Batik, Pendukung Sayap Kanan Inggris Tuai Kecaman"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia