Direktur RSGM TNI AL Jadi Doktor Berpredikat Cumlaude, Ini Penelitiannya

Direktur RSGM TNI AL Jadi Doktor Berpredikat Cumlaude, Ini Penelitiannya

Devi Setya - detikEdu
Rabu, 12 Okt 2022 20:30 WIB
Direktur RSGM TNI AL Jadi Doktor
Direktur RSGM TNI AL Jadi Doktor Foto: Humas Unpad
Jakarta -

Gelar doktor baru saja resmi disandang Sugeng Winarno. Ia adalah Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Lembaga Kedokteran Gigi (Ladokgi) TNI AL R.E. Martadinata yang telah berhasil menyelesaikan studi S3 di Universitas Padjadjaran (Unpad).

Sugeng berhak menyandang gelar Doktor Bidang Ilmu Kedokteran Gigi Peminatan Kedokteran Gigi Militer dengan yudisium Cumlaude. Penelitiannya tentang penggunaan data antemortem gigi di TNI Angkatan Laut (AL).

Dikutip dari laman resmi Unpad (12/10/2022) Sugeng berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Pengaruh Quick Respond Code Terhadap Efektivitas Pencarian Data Antemortem pada Prosedur Odontologi Forensik di TNI Angkatan Laut".

Dalam sidang yang dipimpin oleh Dekan FKG Unpad Dr. Dudi Aripin, drg.,Sp.KG(K) tersebut, Sugeng dinyatakan lulus pada Program Doktor Bidang Ilmu Kedokteran Gigi Peminatan Kedokteran Gigi Militer dengan yudisium Cumlaude.

Peran data antemortem gigi

Melalui penelitian ini Sugeng menjelaskan bahwa penggunaan teknologi informasi akan mengefektifkan proses penyimpanan dan pencarian data antemortem gigi. Ia pun menilai penting adanya transformasi pengelolaan data antemortem dari analog menjadi digital.

Data antemortem gigi diperlukan untuk proses identifikasi manusia. Selama ini data antemortem gigi hanya disimpan dalam bentuk analog, padahal data ini sangat penting dan sebaiknya sudah disimpan dalam bentuk digital.

Tujuan dari penyimpanan dan pencarian data yang efektif ini mempermudah proses identifikasi agar berlangsung cepat dan akurat.

Penggunaan Quick Respond Code (QRC) dalam proses pencarian data antemortem juga dapat memberi manfaat. "Tujuan penelitian ini adalah secara keilmuan dapat digunakan untuk mengembangkan jenis data yang selama ini dikembangkan dalam format analog atau sediaan padat menjadi ke arah digital yang tentu akan bermanfaat terkait dengan proses penyimpanan yang lebih sederhana, lebih ringkas, dan tidak membutuhkan ruangan yang besar dibandingkan dengan bentuk yang analog," jelas Sugeng.

Pentingnya penelitian tentang penyimpanan data antemortem gigi

Dalam Sidang Promosi Doktor yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata pada Selasa (11/10/2022) ini Sugeng mengatakan, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan proses pencarian sehingga menjadi lebih efektif.

Tak bisa dipungkiri, prajurit memiliki risiko tinggi mengalami insiden saat penugasan. Korban yang tewas dengan jasad yang tidak dikenali secara visual perlu diidentifikasi, di antaranya dengan odontologi forensik.

Apalagi, data antemortem gigi memiliki efektivitas tinggi yakni sekitar 60% dibandingkan alat bukti lain. Karena sejatinya setiap manusia memiliki susunan gigi dan bentuk rahang yang berbeda-beda. Hal ini sekilas mirip dengan sidik jari.

"Sekalipun demikian tinggi terkait dengan keberhasilan odontologi forensik, masih terdapat permasalahan yang saat ini masih perlu penanganan lebih lanjut terkait dengan ketersediaan data antemortem yang pada saat fase-fase tertentu di dalam proses identifikasi sangat menentukan keberhasilan penetapan identitas korban, yaitu ketersedian data antemortem secara cepat, lengkap, akurat dan sederhana," ujarnya.

Metode penelitian campuran

Penelitian yang dilakukan Sugeng ini menggunakan mix method atau metode campuran dengan pendekatan sequential exploratory design. Melalui pendekatan ini, peneliti menganalisis data kualitatif dan kuantitatif dalam satu penelitian.

Melalui penelitian ini, Sugeng menemukan adanya pengaruh QRC terhadap efektivitas pencarian data antemortem secara kuantitatif tidak signifikan. Namun secara kualitatif, proses digitalisasi ke format hypertext markup language dan QRC dapat menyimpan data terkait gigi menjadi lebih ringkas dan terdistribusi lebih cepat, sehingga dapat bermanfaat dalam proses identifikasi.

Sugeng berharap, kedepannya akan ada penelitian lebih lanjut yang lebih komprehensif terutama terkait pengembangan sistem informasi untuk meningkatkan efektivitas proses identifikasi manusia melalui data gigi.



Simak Video "Fakta-Fakta Ngeri Mahasiswa Unpad Tewas di Tangan Teman Sendiri"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia