MPR dan IGI Akan Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Hari Guru Nasional

Inkana Putri - detikEdu
Selasa, 04 Okt 2022 18:12 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI)
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) akan menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI sekaligus peringatan Hari Guru Nasional pada 25 November 2022 mendatang. Kegiatan ini akan digelar di Kompleks MPR RI dan menghadirkan ratusan guru dari berbagai wilayah Indonesia.

"Guru dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI memiliki keterkaitan yang erat. Karena berkat perjuangan berbagai guru, termasuk dukungan dari MPR RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), serta berbagai pihak lainnya, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan, akhirnya memasukan Pancasila sebagai mata pelajaran wajib," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (4/10/2022).

"(Ini) tidak lagi digabung dengan mata pelajaran Kewarganegaraan seperti yang selama ini berjalan. Jika dahulu Pancasila bagian dari pelajaran Kewarganegaraan, kini dibalik kewarganegaraan yang menjadi bagian dari Pancasila," imbuhnya usai menerima Ikatan Guru Indonesia (IGI) di Jakarta.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyampaikan MPR akan membekali para guru dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Hal ini terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat benteng deradikalisasi di dunia pendidikan. Sebab, menurutnya, peran guru sangat penting untuk mendorong generasi muda terhindar dari paham radikal.

"Peran guru dalam kemajuan sebuah bangsa sangat penting. Pada tahun 1945 di saat Jepang hancur karena dihantam bom atom, Kaisar Hirohito tidak sekadar menanyakan berapa banyak jumlah prajurit atau logistik perang yang tersisa. Pertanyaan pertama beliau justru berapa banyak jumlah guru yang tersisa. Bahkan pada saat itu, Kaisar Hirohito langsung bergerak cepat mengumpulkan para guru yang tersisa sekitar 45 orang, yang beliau jaga dengan baik sebagai tumpuan kebangkitan rakyat Jepang. Tidak heran jika kini Jepang menjadi negara yang modern di segala bidang," jelasnya.

Ketua DPR RI ke-20 ini pun mengatakan Indonesia harus banyak dari Jepang, khususnya dalam memberikan perhatian kepada guru. Terlebih saat ini Indonesia tengah menyambut Indonesia Emas 2045. Pasalnya, untuk menghasilkan peserta didik dan generasi muda bangsa yang gemilang, Bamsoet menilai diperlukan pendidikan berkualitas yang dihasilkan dari kompetensi guru yang cemerlang.

"Karena itu, dalam membenahi sistem pendidikan nasional, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus memulai dengan meningkatkan kompetensi guru. Salah satunya dengan memastikan kesejahteraan mereka. Sekaligus memastikan pendidikan dan pelatihan terhadap guru berjalan secara berkesinambungan sesuai perkembangan zaman," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam pertemuan tersebut, pengurus IGI yang hadir antara lain, Ketua Umum Danang Hidayatullah, Wakil Ketua Umum Muliadin Harahap, Kepala Kesekretariatan Syaripudin, Bidang Keanggotaan Khairina Lubis dan Dewan Pembina IGI DKI Jakarta Iwan Ridwan.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia