Laporan dari Amerika Serikat

Belajar Sampai ke Smithsonian Institute, Nadiem Ingin Transformasi Museum

Meliyanti Setyorini - detikEdu
Sabtu, 24 Sep 2022 18:00 WIB
Nadiem Makarim melihat koleksi benda-benda dari Indonesia yang dimiliki museum Smithsonian Institute
Nadiem Makarim melihat koleksi benda-benda dari Indonesia yang dimiliki Museum Seni Asia, Smithsonian Institute (Foto: Meliyanti S)
Jakarta -

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjajaki kerja sama dengan Smithsonian Institute di Washington D.C untuk transformasi museum di Indonesia.

Dalam presentasinya di Smithsonian Institute, Jumat (23/9/2022) waktu setempat, Mendikbudristek Nadiem Makarim memaparkan tengah mempersiapkan lembaga non-profit di bawah Kemendikbudristek untuk pengelolaan sektor museum.

Lembaga ini bertugas untuk melakukan kurasi, public engagement, kerjasama lokal dan internasional, serta transformasi kelembagaan dengan target 10 museum besar.

Museum-museum tersebut di antaranya Museum Nasional Indonesia, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan Museum Kebangkitan Nasional.

Nadiem mengatakan ingin belajar dari institusi dengan pengalaman panjang seperti Smithsonian Institute, sebuah lembaga yang telah eksis sejak 1846.

Poin-poin kerjasama yang disasar di antaranya: penyediaan ahli bagi SDM permuseuman dan kerjasama pameran, program magang bagi mahasiswa, dan fundraising internasional serta program fellowship .

"Namun saya terbuka untuk masukan dan ide-ide baru karena kalian melakukan ini sudah sangat lama," ujar Nadiem.

Bak gayung bersambut Smithsonian Institute menyambut baik rencana Nadiem. "Ya, 1000 kali ya, kami sangat berminat untuk menyediakan para ahli untuk Anda. Saya lihat pekerjaan Anda sangat penting dan besar juga karena Anda harus menjadi penjaga kebudayaan," ujar Chase Robinson, Director of Smithsonian's Freer and Sackler Galleries.

"Penandatanganan kerjasama di level tertinggi itu bagus, tapi tidak akan ada berarti jika tidak ada keterikatannya. Lebih baik jika dibuat lebih targeted, lebih pendek lebih baik, pilih 2 atau 3 yang jadi prioritas, dan yang penting lakukan," ujarnya.

Selain itu Nadiem juga ingin segera mewujudkan pameran yang menampilkan koleksi dari Indonesia di museum Smithsonian. Apalagi setelah mendengar pameran koleksi dari Indonesia digelar 30 tahun yang lalu.

"Pameran koleksi dari Indonesia terakhir dilakukan 30 tahun yang silam. Tahun 1990 berupa karya seni patung. Saat inipun koleksi dari Indonesia sedikit sekali, cuma sekitar 30, padahal negara lain seperti India bisa ratusan," ungkap Emma Stone, International Exchange Assistant.

Pada kesempatan yang sama dilakukan penandatanganan kerja sama antara Kemendikbudristek yang diwakili Iwan Syahril selaku Dirjen Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dengan Robinson mewakili Smithsonian Institute.

Nadiem juga diajak untuk melihat-lihat gudang koleksi di Museum Seni Asia, termasuk melihat 6 koleksi dari Indonesia seperti lampu kuno dan patung berbagai ukuran.



Simak Video "Ketertarikan Elon Musk pada Sci-fi dan Fantasi Dimulai Sejak Kecil"
[Gambas:Video 20detik]
(mel/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia