Pasca Ratu Elizabeth II Meninggal, Siapa Pemimpin Tertua di Dunia?

Pasca Ratu Elizabeth II Meninggal, Siapa Pemimpin Tertua di Dunia?

Kristina - detikEdu
Rabu, 21 Sep 2022 12:30 WIB
Ratu Elizabeth II
Ratu Elizabeth II, pemimpin tertua di dunia yang meninggal di usia 96 tahun. Foto: TWITTER @RoyalFamily
Jakarta -

Ratu Elizabeth II sebelumnya menjadi pemimpin tertua di dunia yang berkuasa di usianya yang hampir satu abad. Ia meninggal dunia di usia 96 tahun, Kamis (8/9/2022) lalu.

Sepeninggalan Ratu Kerajaan Inggris tersebut, pemimpin tertua di dunia saat ini jatuh pada Presiden Republik Kamerun, Paul Biya. Ia saat ini diketahui berusia 89 tahun, terpaut 7 tahun dari Ratu Elizabeth II.

Kamerun adalah sebuah republik kesatuan di Afrika tengah dan barat. Negara ini berbatasan dengan Nigeria di barat, Chad di timur laut, Republik Afrika Tengah di timur, dan Republik Kongo, Gabon, dan Guinea Khatulistiwa di selatan.

Profil Presiden Paul Biya, Pemimpin Tertua di Dunia Sepeninggalan Elizabeth II

Melansir laman Kepresidenan Republik Kamerun, Rabu (21/9/2022), Paul Biya adalah kepala negara kedua Kamerun. Ia mulai berkuasa sejak 6 November 1982 menyusul pengunduran diri Presiden Ahmadou Ahidjo pada 4 November 1982.

Presiden Paul Biya lahir pada 13 Februari 1933 di Mvomeka'a, sebuah desa di Provinsi Selatan, Kamerun. Dia adalah putra dari pasangan Etienne Mvondo Assam dan Anastasie Eyenga Elle.

Paul Biya kecil menempuh pendidikan dasar dan menengah di C.E.P.E: Catholic School Nden; St. Tharcissius Pre-seminary, Edea;inor Seminary, Akono ; B.E.P.C; Lycée Général Leclerc; Baccalauréat 1ère partie; dan Baccalauréat 2ème partie (philosophy).

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan tingginya di sejumlah universitas. Di antaranya Lycée Louis Le Grand Paris, Université Paris Sorbonne (Faculty of Law), Institut d'Études Politiques, Paris, dan Institut des Hautes Études d'Outre Mer.

Presiden Republik Kamerun, Paul Biya, menjadi pemimpin tertua di dunia sepeninggalan Ratu Elizabeth II.Presiden Republik Kamerun, Paul Biya, menjadi pemimpin tertua di dunia sepeninggalan Ratu Elizabeth II. Foto: Dok Kepresidenan Republik Kamerun

Perjalanan karier Paul Biya cukup panjang sebelum akhirnya ia menduduki kursi Presiden Kamerun. Pada Oktober 1962, ia diangkat Charge de Mission di Kepresidenan Republik sekembalinya dari Paris.

Kemudian, pada Januari 1964, Paul Biya dipercaya menjabat sebagai Direktur Kabinet Menteri Pendidikan Nasional, Pemuda dan Kebudayaan di negaranya. Lalu, pada Juli 1965 ia menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional, Pemuda dan Kebudayaan.

Dua tahun berselang, tepatnya pada Desember 1967, ia menjadi Direktur Kabinet Sipil Presiden Republik. Saat masih di jabatan ini, Paul Biya diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kepresidenan Republik.

Di Sekretaris Jenderal Kepresidenan Republik, ia beberapa kali berganti jabatan. Di antaranya menjadi Menteri pada 1968 dan menjadi Menteri Negara pada 1970.

Lalu, pada Juni 1975, Paul Biya diangkat menjadi Perdana Menteri Republik Bersatu Kamerun. Berdasarkan Undang-Undang No.79/2 tanggal 29 Juni 1979, Perdana Menteri menjadi pengganti Konstitusional Presiden Republik.

Hingga pada akhirnya ia dilantik sebagai Presiden Republik Bersatu Kamerun pada 6 November 1982, presiden kedua dalam sejarah negara tersebut. Saat itu, Presiden Paul Biya berusia 49 tahun.

Ia kemudian terpilih sebagai Presiden Republik Kamerun pada 14 Januari 1984 dan terpilih kembali pada 24 April 1988. Pada Pemilu berikutnya lagi-lagi Paul Biya terpilih. Terhitung, ia memimpin Kamerun hingga 7 periode.

Saat ini, Presiden Paul Biya menjadi pemimpin terlama di Afrika dan pemimpin tertua di dunia.



Simak Video "Riwayat Kesehatan Ratu Elizabeth hingga Tutup Usia"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia