Angklung Digital Buatan Peneliti Binus Siap Dipamerkan di Austria

Devi Setya - detikEdu
Selasa, 23 Agu 2022 13:00 WIB
angklung digital
Pihak Binus memperlihatkan angklung digital Foto: Humas Binus
Jakarta -

Angklung adalah alat musik asal Jawa Barat. Angklung biasanya dimainkan dengan cara digoyangkan menggunakan kedua tangan, namun kini ada angklung digital yang dibuat oleh peneliti Binus University.

Peneliti Binus University berhasil membuat teknologi otomatisasi angklung atau Automated Angklung. Alat musik berbahan bambu ini nantinya akan dipamerkan pada Pameran Seni dan Teknologi, Ars Electronica Festival 2022 yang akan diadakan di Linz, Austria tanggal 7-11 September 2022 mendatang.

Angklung digital ini adalah buah karya dari Christian Lokonanta, Marcel Saputra yang dimentori Dr. Rinda Hedwig S.Kom, M.T. dari Computer Engineering Department. Kecanggihan dari angklung ini yakni mampu mengoperasikan instrumen musik tradisional Indonesia secara otomatis.

Angklung digital ini memiliki jangkauan nada seluas 3 oktaf, dilengkapi DC motor dan dapat dikendalikan melalui komputer mini. Hal ini disampaikan Research Interest Group Leader, Rinda Hedwig.

Ada lebih dari 50 lagu yang bisa dimainkan secara otomatis selama delapan jam oleh angklung ini. Selain itu, pilihan lagunya juga bisa diunduh melalui cloud, artinya angklung ini hampir bisa memainkan seluruh lagu yang sudah diunduh.

Selain bisa bermain secara solo, angklung ini juga dapat dikolaborasikan dengan alat musik lain yakni bonang dan kendang yang juga sudah terdigitalisasi.

"Dari hasil eksperimen tingkat akurasi 99-100 mulai dari lagu yang dimainkan hingga kebersamaan alat-alat musik tersebut," ujar Rinda dalam keterangan pers yang diterima detikEdu.

Digunakan untuk promosi budaya Indonesia

Tujuan dari pembuatan Automated Angklung ini tidak lain adalah untuk membantu mempromosikan kekayaan seni dan budaya Indonesia. Dengan angklung digital ini, diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi warga asing terhadap Indonesia.

"Setelah dipamerkan, Automated Angklung akan dihibahkan ke KBRI di Austria untuk dipergunakan setiap kali diadakan kegiatan di KBRI," lanjut Rinda.

Harapannya, angklung digital ini nantinya bisa menjadi alat musik yang ada di KBRI seluruh dunia. Jadi ketika ada acara bisa langsung memainkan musik tradisional Indonesia menggunakan alat musik tradisional yang sudah di-modernisasi.

Sementara itu, Binus Global Director Diah Wihardini menyampaikan Binus University punya misi mengenalkan tradisi Indonesia dan memberitahukan pada dunia internasional kekayaan budaya di Indonesia itu juga bisa diwujudkan dalam bentuk teknologi.

Lebih lanjut, Diah menyebutkan bahwa Binus University menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Asia Tenggara yang ikut serta dalam salah satu festival seni dan teknologi terbesar ini.

"Ini merupakan upaya dalam rangka internasionalisasi karya inovasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika Binus. Automated Angklung ini mengangkat budaya serta kearifan lokal Indonesia ke dalam bentuk baru yang sesuai dengan teknologi terkini," pungkasnya.



Simak Video "Angklung Mejeng di Google Doodle Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia