Bangga! Srikandi Universitas Pertamina Wakili Indonesia di Kompetisi STEM

Nikita Rosa Damayanti - detikEdu
Minggu, 07 Agu 2022 14:00 WIB
Tim UPER wakili Indonesia di kompetisi perminyakan 7 teknologi
Tim Universitas Pertamina wakili Indonesia di kompetisi perminyakan 7 teknologi. Foto: Universitas Pertamina
Jakarta -

Tim dari Universitas Pertamina berhasil menjuarai kompetisi Petrobowl Asia Pacific Regional Qualifier (APRQ) 2022, pada Minggu (31/7). Yang unik, para anggota tim ini adalah mahasiswi.

Menurut laporan World Bank bertajuk 'The Equality Equation Advancing the Participation of Women and Girls in STEM' tahun 2020, keterwakilan perempuan dalam bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) masih sangat sedikit. Laporan tersebut menyebutkan hanya 26 persen pekerja perempuan di bidang data dan artificial intelligence, 15 persen pekerja perempuan di bidang teknik, dan 12 persen pekerja perempuan di bidang cloud computing.

Siapa sangka, ketiga mahasiswi dari Universitas Pertamina berhasil menorehkan prestasi di bidang yang didominasi pria. Mereka adalah Katarina Novita Talo, Rahma Nazilah, dan Zhorifah Aqiilah Putri Amelia, bersama rekan mahasiswa Daniel Van Vriezer Situmeang sebagai ketua. Juara 1 berhasil mereka dalam perlombaan Petrobowl tingkat regional Asia Pasifik.

Petrobowl merupakan kejuaraan internasional besutan Society of Petroleum Engineers (SPE) Gulf Coast Section di Amerika yang berlangsung setiap tahunnya. Perlombaan ini menguji kemampuan para kontestan dalam bidang industri perminyakan serta teknologi.

"Puji syukur, tim Universitas Pertamina berhasil meraih posisi puncak, mengalahkan tim-tim dari perguruan tinggi ternama di Asia Pasifik. Diantaranya dari Universiti Teknologi Petronas, China University of Petroleum, Universitas Adelaide Australia dan Indian Institute of Technology," ujar Rektor Universitas Pertamina, Prof. IGN Wiratmaja Puja dalam keterangan resmiya dikutip Minggu (7/8/2022).

Kompetisi tahun ini diikuti oleh 175 peserta dari 36 universitas terbaik di Asia Pasifik. Dilansir dari laman resmi Petrobowl, sebanyak empat perguruan tinggi Indonesia berhasil masuk Top 4 pada kualifikasi regional. Setelah Universitas Pertamina (UPER), posisi kedua diduduki oleh Universitas Trisakti, diikuti Universitas Indonesia (UI) sebagai juara ketiga, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam posisi keempat.

Tim Universitas Pertamina selanjutnya menjadi wakil regional Asia Pasifik untuk berkompetisi di Petrobowl World Championship. Kejuaraan tingkat dunia itu akan diselenggarakan pada rangkaian SPE Annual Technical Conference and Exhibition (ATCE) di Houston, Amerika Serikat, bulan Oktober mendatang.

Bertanding di Sela-sela UAS dan Magang

Tim Universitas Pertamina menghadapi tantangan yang tidak kecil. Mereka bersaing dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Tak hanya itu, mereka juga disibukkan dengan kegiatan akademis. Daniel sebagai ketua tim, sedang dalam proses revisi skripsi dan persiapan sidang akhir. Zhorifah sedang melakukan persiapan magang di PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Field Limau. Sedangkan, anggota tim lainnya sedang mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS).

Giat berlatih adalah kunci kesuksesan mereka. Dalam satu hari, masing-masing tim bisa menganalisa ratusan kisi-kisi soal. Mereka juga belajar dengan SPE Student Chapter Universitas Pertamina (UPER) sebagai pembimbing. Daniel dan tim juga kerap berdiskusi dengan para dosen dan praktisi terkait perkembangan industri energi saat ini.

"Bekal selama berkuliah di UPER membuat kami memiliki fondasi keilmuan yang solid. Kami hanya perlu menguatkan pelajaran di beberapa mata kuliah teknis seperti Teknik Pengeboran, Teknik Produksi, Teknik Reservoir, dan Well Testing. Serta mata kuliah terkait kemampuan berfikir seperti Creative Problem Solving dan Critical Thinking," tutur Katarina.

Dorong Partisipasi Perempuan di Bidang STEM

Seperti laporan yang disampaikan World Bank, keterwakilan perempuan dalam bidang teknologi dan sains masih sangat sedikit. Hal inilah yang memotivasi Katarina untuk mendorong partisipasi perempuan dalam bidang STEM.

Katarina, berharap dengan menjuarai kompetisi-kompetisi ini, ia bisa mematahkan stereotip dan bias gender dalam pekerjaan di bidang teknologi dan sains. Lanjutnya, ntuk meningkatkan partisipasi dan ketertarikan perempuan di bidang STEM, diperlukan suntikan motivasi.

"Misalnya, dengan menonjolkan prestasi perempuan di bidang STEM. Sehingga, masyarakat dapat melihat bahwa setiap individu terlepas gendernya, mampu berkontribusi di bidang ini," ujarnya.



Simak Video "Demo Sempat Ricuh, Mahasiswa: Kami Dipukul dan Diancam"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia