ADVERTISEMENT

UI Raih Penghargaan Tertinggi PTN-BH, Begini Prestasinya

Trisna Wulandari - detikEdu
Selasa, 28 Jun 2022 14:30 WIB
UI raih dua penghargaan IKU PTN 2021/2022.
UI raih penghargaan tertinggi PTN-BH 2021/2022. Foto: Dok. UI
Jakarta -

Universitas Indonesia (UI) dianugerahi dua penghargaan dalam Penghargaan Keunggulan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2021/2022. UI mengantongi penghargaan peringkat satu IKU PTN-BH (IKU 6), yaitu program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia di peringkat 1, dan Penghargaan IKU Tertinggi Top 10% Liga PTN-BH.

IKU adalah ukuran atau indikator kinerja sebuah instansi, terutama dalam mencapai tujuan dan sasaran tertentu. IKU di perguruan tinggi merupakan ukuran kinerja baru untuk mewujudkan perguruan tinggi yang adaptif dengan berbasis luaran lebih konkret.

Kebijakan IKU di perguruan tingggi juga menjadi alat ukur untuk mengakselerasi implementasi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka. IKU ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi No. 3/M/2021 dengan 8 indikator.

Indikator utama IKU perguruan tinggi yaitu IKU 1 lulusan mendapat pekerjaan yang layak, IKU 2 mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, IKU 3 dosen berkegiatan di luar kampus, IKU 4 praktisi mengajar di dalam kampus.

Indikator utama IKU perguruan tinggi yaitu IKU 5 hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, IKU 6 program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, IKU 7 kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan IKU 8 program studi berstandar internasional.

UI di Pemeringkatan Internasional Kampus

Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro, SE, MA, Ph.D. mengatakan, prestasi UI pada pemeringkatan global QS World University Ranking (WUR) dan Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) adalah salah satu indikator keberhasilan dari kerja keras UI.

"UI terus berkomitmen untuk meningkatkan reputasi akademik dan riset secara global melalui peningkatan kapasitas dosen, infrastruktur, riset dan akademik, pembelajaran daring bertaraf internasional dan kualitas publikasi," ujar Ari dalam keterangannya, dikutip Selasa (28/6/2022).

Ari menjelaskan, tahun ini UI mengusung proposal bertema Penguatan Kapasitas Sumber Daya UI untuk Meningkatkan Reputasi Akademik Global. Program UI direncanakan mendukung mobilitas internasional dosen, peneliti, dan mahasiswa.

Penguatan kolaborasi internasional yang menghasilkan publikasi internasional, peningkatan reputasi akademik, internasionalisasi program studi, yang turut memperkuat implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara nasional maupun internasional, sambungnya, juga turut dirancang.


"Dengan dukungan dari Kemdikbudristek dan LPDP, kami harap kegiatan tersebut dapat terwujud dengan hasil yang optimal sehingga UI mampu berkompetisi secara global. UI siap bersinergi dengan PTN-BH lainnya untuk memajukan dunia pendidikan tinggi di Indonesia," kata Ari.

Dana Abadi Perguruan Tinggi dan Ekosistem Tata Kelola Kampus

Kemdikbudristek juga meluncurkan kebijakan dan Sistem Penilaian Angka Kredit Baru, Basis Data dan Informasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (BIMA), Science and Technology Index versi 3 (SINTA), serta Sistem WCU Analytics dan PTNBH Analytics pada gelaran Penghargaan Keunggulan IKU PTN 2021/2022. Semuanya merupakan ekosistem penunjang berupa kebijakan dan sistem untuk membangun tata kelola kampus Indonesia yang diharapkan bisa berdaya saing global.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Kemendikbudristek juga berkolaborasi meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke Dua Puluh Satu: Dana Abadi Perguruan Tinggi. Program ini merupakan lanjutan dari Merdeka Belajar Episode ke Enam: Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Dana Abadi Perguruan Tinggi adalah upaya pemerintah dalam mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi agar memiliki SDM yang berdaya saing global.

"Kemdikbudristek bekerja sama dengan LPDP menyediakan alokasi pendanaan dari Dana Abadi Perguruan Tinggi untuk menunjang Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Kemendikbudristek dan LPDP akan melakukan pemadanan (matching) terhadap peningkatan dana abadi berupa dana pokok maupun investasi yang berhasil digalang," kata Nadiem.

Alokasi pendanaan Dana Abadi Perguruan Tinggi terbagi dalam tiga periode. Total alokasi periode pertama 2 Juni-31 Desember 2022 Rp 445 miliar. Alokasi periode kedua, 1 Januari- 31 Desember 2023, yakni Rp 350 miliar, lalu disusul periode ketiga, 1 Januari-31 Desember 2024 dengan total dana Rp 500 miliar.



Simak Video "Respons Masyarakat Tentang Kebijakan Kemendikbudristek"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia