Bikin Aplikasi MRT Jakarta Jadi Lebih Canggih, Mahasiswa ITB Raih Juara

Devi Setya - detikEdu
Kamis, 09 Jun 2022 13:30 WIB
chilli mud crab, singapore cuisine
Ilustrasi MRT Jakarta Foto: iStock
Jakarta -

Sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa ITB. Tiga mahasiswa Prodi Teknik Sipil berhasil membawa pulang gelar juara 2 pada Civil National Expo 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara. Raihan ini diperoleh setelah membuat pembaruan fitur aplikasi MRT Jakarta.

Dilansir dari situs resmi ITB (8/6) tiga mahasiswa ini adalah RDA Besya Fairdian, Ammar Asyraf, dan Bram Sandika Tarigan. Gelar juara ini menambah panjang deretan prestasi yang dibuat mahasiswa ITB dalam skala nasional.

Besya, Ammar dan Bram tergabung dalam Tim Kuya Kuyi Nekat ITB yang mengangkat tajuk "Peran Generasi Z dalam Membangun Sistem Transportasi Berbasis Rel di Indonesia yang Lebih Inovatif". Mereka mencoba memodifikasi aplikasi integrated transportation system untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi terkait Mass Rapid Transportation (MRT) di Jakarta.

Saat ini memang sudah tersedia aplikasi untuk MRT Jakarta yang bernama 'MRT-J'. Bermodal aplikasi ini, Tim Kuya Kuyi Nekat ITB melakukan riset untuk memperbarui dan melengkapi fitur yang belum ada di aplikasi ini.

Sampai akhirnya mereka berhasil merumuskan lima fungsi baru sebagai bentuk optimalisasi aplikasi MRT ini. Pertama yakni fitur 'MultiModa', yaitu fungsi untuk memilih alternatif transportasi terbaik yang dapat dipakai oleh masyarakat. Tidak hanya MRT, masyarakat bisa menggunakan moda transportasi lainnya untuk mencapai tempat tujuan, seperti TransJakarta atau angkutan umum.

Kemudian ada fitur 'Mitigasi', yaitu notifikasi peringatan saat terjadi gempa bumi atau banjir. Fitur ini diharapkan bisa menjadi peringatan dini ketika terjadi bencana.

Sementara fungsi ketiga yang mereka rancang adalah 'Respons Cepat'. Fungsi ini dapat membantu pengguna MRT untuk melaporkan kejadian-kejadian yang tidak terduga yang berkaitan dengan keamanan, keadaan darurat, dan kehilangan barang-barang. Selanjutnya aplikasi ini juga dilengkapi dua fitur lain yakni 'Lokasiku' dan 'MRTPass'.

Adapun fungsi dari fitur 'Lokasiku' dibentuk untuk mengetahui perjalanan MRT secara waktu nyata (real time). Hanya dengan memindai QR Code yang tersedia di dalam kereta, penumpang dapat memantau stasiun-stasiun yang akan dilewati MRT yang sedang dinaikinya. Selanjutnya, 'MRTPass' memungkinkan masyarakat untuk melakukan perjalanan tak terbatas dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan MRT. Paket-paket ini dapat berupa paket 1 hari, 7 hari, dan 1 bulan.

Besya, Ammar dan Bram yang berasal dari jurusan Teknik Sipil ITB angkatan 2019 ini mengungkapkan alasan dibuatnya pembaruan untuk aplikasi MRT Jakarta. Mereka memilih untuk membuat aplikasi karena sesuai dengan tema lomba yang diikuti, yaitu generasi Z.

"Generasi Z pasti sudah relate sama pemakaian aplikasi. Selain itu, kami memilih Pulau Jawa, khususnya di Jakarta, karena kami beranggapan masyarakat di Jawa sudah melek teknologi," ungkap Besya.

Mereka menambahkan bahwa mereka berkaca dari sistem transportasi di negara maju yang serba terintegrasi.

Di samping itu, ketiga mahasiswa ini memang memiliki ketertarikan pada bidang transportasi. Hasil pembaruan fitur pada aplikasi MRT Jakarta ini pun dinilai cukup maksimal. Tak heran kalau ide konsep ini berhasil membawa nama ITB meraih sebagai juara 2.

"Jam tidur banyak yang hilang. Selain itu, kami masih harus menyesuaikan kesibukan satu sama lain karena masih ada tanggungan di perkuliahan," kata Ammar yang mengaku mengerjakan proyek ini sejak Maret hingga Mei 2022.

Keberhasilan yang diraih ini juga berkat campur tangan dari dosen pembimbing yakni Dr. Eng. Widyarini Weningtyas, S.T., M.T., Dosen Teknik Sipil ITB yang selalu memberikan masukan atas ide-ide yang telah diusulkan.

Dari prestasi yang sudah diraih ini, Besya, Ammar dan Bram mengaku cukup puas karena ajang ini bisa sekaligus menjadi ladang memperoleh ilmu serta pengalaman. Atas pengalaman yang didapatkan ini, mereka juga mengajak mahasiswa lain untuk berani mengikuti berbagai lomba yang ada.

"Sayang aja kalau udah dapat ilmunya di perkuliahan, tapi nggak diaplikasikan untuk membuat inovasi," tutup Ammar.

Predikat sebagai juara untuk berbagai ajang perlombaan tingkat mahasiswa bukan kali pertama diraih ITB. Sudah banyak perlombaan skala nasional dan internasional yang berhasil dimenangkan oleh mahasiswa ITB.

Seperti pada Maret 2022 lalu, mahasiswa ITB berhasil menyabet gelar juara 1 Imperial Barrel Award Asia Pacific. Ada juga pada April 2022, dua mahasiswa ITB berhasil menyabet juara 1 Lomba Debat Internasional Dobridge Worlds 2022. Dan tentunya ada deretan gelar juara lainnya yang juga berhasil diboyong mahasiswa ITB.



Simak Video "Pelajar di Garut Jadi Sorotan, Lulus SNMPTN ITB Tapi Terhimpit Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia