Masuk Forbes 30 Under 30, Alumnus Gojek Ini Dirikan Start Up Edukasi

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 01 Jun 2022 10:00 WIB
Dita Aisyah founder Binar Academy
Dita Aisyah, cofounder Binar Academy. Foto: Forbes
Jakarta -

Co-Founder start-up edukasi Binar Academy Dita Aisyah masuk ke dalam daftar Forbes 30 under 30. Ia masuk ke dalam kategori di bidang consumer technology.

Prestasi yang diraih Dita membuat dirinya yakin dapat menghasilkan lebih banyak talenta di bidang teknologi. Ia juga bercerita jika banyak anggapan yang muncul mengenai sumber daya manusia yang masih kalah dengan orang asing.

Untuk itu, ia bertekad untuk menciptakan talenta digital yang lebih berkompeten agar dapat berkontribusi secara domestik dan global.

"Apresiasi dari Majalah Forbes menjadi motivasi bagi saya untuk menghadirkan dampak yang lebih besar melalui Binar Academy," ujar Dita dari rilis yang diterima detikEdu, Selasa (31/5/2022).

Dalam mendirikan startup Binar Academy, Dita dibantu oleh dua sejawatnya yang juga sama-sama alumni dari Gojek yaitu Alamanda Shantika dan Seto Lareno pada tahun 2017.

Binar Academy juga berfokus pada bootcamps, webinar, dan kursus di topik digital marketing, software development, dan data analisis.

"Kami optimistis bahwa akses yang inklusif terhadap pendidikan teknologi dapat dilaksanakan. Optimisme itu akan terus kami jaga dan menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pendidikan yang terbaik," ujar Dita.

Riwayat Pendidikan Dita Aisyah

1. Sekolah High Scope Indonesia (2007-2010)

2. Georgia State University (2010-2014) jurusan Ekonomi.

Startup di Indonesia

Melansir dari laman Kemendikburistek, Presiden Joko Widodo menyampakan perkembangan ekonomi digital di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia Tenggara. Terdapat 2.300 startup di Indonesia.

Tren peningkatan startup sendiri berada pada bidang teknologi finansial (fintech), kesehatan (healthtech), pendidikan, logistik dan e-commerce.

Adapun Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid menyebut pertumbuhan start up ini memiliki prospek yang cerah.

"Cerahnya prospek ekonomi digital Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan start up. Di mana sudah bertambah sekitar 2.300 perusahaan rintisan atau start up di Indonesia. Dengan 12 start up yang telah menjadi perusahaan unicorn Indonesia, malahan lebih besar lagi," kata Arsjad Rasjid, Selasa (29/3/2022) mengutip dari detikJateng.

Meskipun startup berkembang pesat permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia adalah belum meratanya infratruktur komunikasi dan internet.



Simak Video "Masuk Forbes 30 Under 30 Asia, Prilly Latuconsina: Seperti Mimpi!"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia