Pernah Main Katla di Twitter? Ini Kisah Pembuatannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Sabtu, 26 Feb 2022 17:15 WIB
Permainan kata Katla
Permainan tebak kata
Jakarta -

Ada game terbaru yang akhir-akhir ini viral di linimasa twitter. Warganet atau netizen banyak membagikan cuitan tentang keberhasilan dalam sebuah permainan game bernama Katla.

Game Katla merupakan permainan tebak kata dalam bahasa Indonesia yang berbasis situs atau web tanpa aplikasi. Pengguna bisa menebak satu kata berbeda setiap harinya dalam enam kali kesempatan.

Pengembang Katla, Fatih Kalifa mengatakan Katla terinspirasi dari game tebak kata yang udah dikenal terlebih dahulu yakni Wordle. Bedanya, game Wordle menggunakan bahasa Inggris.

"Bukan ide baru, di luar negeri ada Wordle. Ternyata asyik dan clue-nya dari warna. Akhir Januari cari informasi dan menarik kalo bahasa Indonesia, mungkin menantang," ungkapnya dalam Bincang-bincang di Twitter Space yang diselenggarakan oleh Narabahasa, Sabtu (26/2/2022).

"Saat itu saya cari Wordle versi Indonesia tapi belum ada. Terus saya coba iseng bikin terus saya share di twitter," lanjutnya. Nama Katla pun tidak punya arti yang spesial. Ia mengaku hanya menyisipkan huruf "L" pada kata "Kata".


Tercipta dalam Waktu Sehari

Fatih menjelaskan untuk membuat game serupa Wordle dalam bahasa Indonesia, dia membuatnya sendiri dengan basis data kata yang sudah ada dalam Kamus Besar Bahas Indonesia (KBBI).

Tepat pada 20 Januari 2022, akhirnya game Katla berhasil diciptakan. Fatih mengaku game itu dibuatnya hanya dalam satu hari memakai bahasa pemrograman JavaScript dan ReactJS.

"Bikinnya satu hari selesai karena dari sistem tidak terlalu rumit. Kebetulan sudah ada data yang tersedia dalam KBBI," terangnya.


Pengguna Bisa Kontribusi

Menariknya, Fatih membuat game berbasis web tersebut dengan kode sumber program terbuka, agar semua orang bisa berkontribusi untuk membuat tampilan Katla lebih baik.

Fatih mengaku tidak ada kesulitan dalam membuat game Katla. Hal ini karena pangkalan data atau database kata yang sudah tersedia dan banyaknya feedback yang membangun.

"Awal-awal enggak ada kesulitan karena datanya udah ada. Cuman hari pertama banyak feedback yang menanyakan arti dari kata itu apa. Kemudian ada feedback kalau setiap selesai perlu ditampilkan arti katanya," paparnya.

Dengan masukan itu, Fatih kemudian membuat sistem Katla agar bisa membaca situs KBBI untuk kemudian bisa menampilkan arti kata yang sudah ditebak.

Tiga hari pertama, lulusan ITB itu mengatur kata yang dipilih dari KBBI diacak oleh mesin. Belakangan metode tersebut diubah. Ia baru menyadari di KBBI tidak cuma kata yang biasa. "Ada juga singkatan seperti konsonan semua," ujarnya.

Ia lalu menerapkan kurasi manual dengan membuat daftar kata-kata. Mesin lalu akan memilih kata dalam daftar secara acak. "Setiap hari jam 10 malam dia (mesin) akan pilih kata untuk besoknya. Mengapa jam 10 malam? Alasannya kalau di WIT, pas jam 12 bisa langsung pakai," ujarnya.

Akan Ada Fitur Buat Main Bareng

Sejauh ini, kata yang muncul dalam permainan Katla merupakan hasil acak sistem yang mengambil dari database yang sudah ada dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

"Tiga hari pertama kata yang dipilih diacak dari komputer dari KBBI. Hari keempat saya ganti manual. Setelah hari keempat metodenya saya ganti. Karena di KBBI ada kata singkatan atau akronim yang konsonan semua kayak BKKBN," terang Fatih.

Sementara itu, untuk pengembangan ke depan Fatih membocorkan bahwa Katla akan mengembangkan fitur bernama Lawan Katla yang memungkinkan pengguna bermain lebih dari dua orang.

"Sekarang lagi dikembangkan fitur baru yakni Lawan Katla, jadi nanti bisa main bareng. Harus sama teman enggak bisa sendiri. Maksimal sepuluh pengguna," tuturnya.

Ada Tawaran Akuisisi

Fatih mengaku dalam waktu satu bulan, Katla sudah dimainkan sekitar 80 ribu orang. Tak heran kemudian muncul tawaran akuisisi.

Terkait tawaran tersebut, Fatih belum menyambutnya. "Dari lubuk hati ingin tetap aja seperti ini. Karena sekarang apa-apa orientasinya uang. Saya ingin ada satu bagian di web untuk orang senang-senang saja," ujarnya.

Ia pun mengaku tidak akan membuat aplikasi Katla. Permainan berbasis web menurut Fatih akan lebih mudah dibagikan, bebas akses, dan tidak perlu diunduh.

Meski belakangan ada yang menggunakan nama itu dengan model permainan yang serupa. "Saya sayangkan ada yang meniru namanya," kata Fatih



Simak Video "Pengumuman! Squid Game Bakal Diadaptasi ke Reality Show"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia