Perkumpulan Tionghoa di Balik Sejarah Pendidikan RI, Bikin Belanda Resah!

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 01 Feb 2022 08:00 WIB
Komunitas Tiong Hoa lebih dulu dirikan sekolah daripada Budi Utomo
Bangunan sekolah THHK pada 1901 hingga 1955 di Jalan Patekoan (kini Perniagaan), Jakarta (Foto: Dok. Museum Pustaka Peranakan Tionghoa)
Jakarta -

Dalam sejarah pendidikan di Indonesia, komunitas Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) kerap terlupakan. Padahal, organisasi ini lebih dulu merintis pendidikan di Hindia Belanda mendahului Budi Utomo.

Budi Utomo lahir pada tahun 1908, sementara THHK dibentuk pada tahun 1900. Setahun setelah komunitas ini berdiri, mereka langsung membangun sekolah THHK di Batavia.

Sekolah THHK tersebut memiliki nama lain Pahoa yang merupakan bentuk pendek dari Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan. Sekolah THHK Batavia berada di Jalan Patekoan nomor 31 yang sekarang merupakan Jalan Perniagaan.

"Nah, kemudian karena letaknya di situ maka sekolah itu dikenal sebagai Patekoan Tiong Hoa Hwee Koan yang disingkat menjadi Pahoa," ujar Azmi Abubakar pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa saat dihubungi wartawan pada Senin (31/01/2022).

THHK Dahului Budi Utomo

Komunitas THHK mendirikan sekolah karena memiliki rasa senasib sebagai korban diskriminasi pemerintah kolonial Hindia Belanda.

"Mereka kan, kalau kita tahu, dibatasi pergerakannya, tinggalnya di Pecinan, kemudian untuk anak-anak juga pendidikannya sama saja dengan warga setempat," ucap Azmi.

Kala itu, ada politik segregasi Hindia Belanda di mana strata sosial pertama ditempati oleh etnis Belanda, komunitas Arab dan Tionghoa di strata tengah, lalu kelas ketiga adalah pribumi.

"Kelas kedua dan ketiga itu memiliki nasib yang sama, mereka tidak memiliki askes yang baik terhadap pendidikan. Inilah yang kemudian melatarbelakangi orang-orang Tionghoa mendirikan sekolah THHK tersebut," Azmi mengisahkan.

Pada akhirnya, sekolah yang didirikan THHK menjadi inspirasi tidak hanya untuk Budi Utomo, namun juga untuk komunitas Arab Jam'iyyat Khair yang lahir pada tahun 1905.

"Lembaga pendidikan yang juga harus diingat oleh kita sebagai bangsa ya THHK ini selain Budi Utomo, selain Jam'iyyat Khair, selain Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama," ucap Azmi.

Kala itu, sekolah yang dibangun komunitas Tionghoa ini mampu merambah hingga menjadi lebih dari 100 cabang hampir di seluruh Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan area Hindia Belanda lainnya.

Keberadaaan THHK rupanya membuat pemerintah kolonial Hindia Belanda khawatir hingga mendirikan sekolah tandingan.

"Mereka kemudian mendirikan tandingannya, sekitar 1908 mereka mendirikan Holland Chinese School (HCS) untuk membendung laju perkembangan THHK," ujar Azmi.



Simak Video "Kampung China Sepi Pengunjung, Pedagang Ngeluh Omzet Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia