Apa yang Dimaksud Gempa Megathrust seperti yang Disebut BMKG?

Novia Aisyah - detikEdu
Senin, 17 Jan 2022 17:00 WIB
Gempa 17 Januari 2022 pagi tadi mengguncang Banten, Jawa Barat. Gempa tersebut dikonfirmasi oleh BMKG bermagnitudo 5.4.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menuturkan adanya potensi gempa megathrust Selat Sunda dengan magnitudo (M) 8,7. Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memaparkan hal ini pada wartawan, Sabtu (15/01/2022) lalu.

"Sebenarnya gempa kemarin itu bukan ancaman sesungguhnya ya, ancaman sesungguhnya itu ada di magnitudo 8,7. Tapi entah kapan kami nggak tahu, nggak bisa diprediksi," terang Daryono, seperti dikutip dari detiknews.

Imbauan tersebut berkaitan dengan gempa di Banten sekuat M 6,6 yang mengguncang hingga Jakarta dan Palembang pada Jumat (14/01/2022) lalu. Gempa tersebut juga berpusat di megathrust Selat Sunda.

Lantas, apa sih, yang dimaksud dengan gempa megathrust atau megathrust earthquake ini?

Pengertian Gempa Megathrust

Disebutkan dalam arsip detiknews pada 2020 lalu, Daryono menjelaskan, pemahaman masyarakat mengenai gempa megathrust sebagai sesuatu yang baru, segera terjadi dalam waktu dekat, punya kekuatan sangat besar, menimbulkan kerusakan dan tsunami dahsyat, adalah hal yang kurang tepat.

Sebelum memahami pengertiannya, terlebih dahulu perlu kita ketahui pengertian dari zona megathrust.

Zona megathrust adalah sebuah istilah untuk menyebutkan jalur subduksi lempeng bumi yang sangat panjang, tapi cenderung dangkal. Istilah megathrust dibentuk dari dua kata, yakni mega yang berarti besar dan thrust yang berarti dorongan. Di sini, lempeng bumi digambarkan bertumpukan, di mana lempeng di bagian bawah mendorong lempeng yang ada di atasnya.

"Dalam perkembangannya, zona subduksi diasumsikan sebagai 'patahan naik yang besar', yang kini populer disebut sebagai zona megathrust," sebut Daryono.

Maka, zona megathrust ini adalah istilah untuk menyebutkan sumber gempa berupa tumbukan lempeng yang berada di kedalaman dangkal.

Ketika lempeng samudra yang menghunjam ke bawah lempeng benua membentuk tegangan di bagian kontak antarlempeng, lalu bergeser secara tiba-tiba, gempa pun akan timbul. Saat timbul gempa, lempeng benua yang ada di atas lempeng samudra akan terdorong naik atau thrusting.

Meski megathrust itu sendiri bukan gempa, lokasinya bisa menjadi sumber gempa jika lempeng-lempengnya bergerak. Dan perlu dicatat, gempa di kawasan megathrust juga tidak selalu gempa besar.

Kemudian, dikutip dari EOS Science News by American Geophysical Union, gempa megathrust adalah pecahnya batas lempeng yang terjadi di bidang kontak dua lempeng tektonik, yang bertemu di zona subduksi. Karena gerakan relatif lempeng itu tak terbendung, tekanan terakumulasi di area dua lempeng tersebut saling terkunci. Pada akhirnya, hal itu pun dilepaskan melalui gempa megathrust.

Sumber gempa megathrust sendiri biasanya ada di bawah laut, sehingga sulit mengamatinya dengan rinci menggunakan pengukuran seismik, geodesi, dan geologis. Megathrust juga berpotensi menimbulkan tsunami yang memporakporandakan, sebab ada pergerakan besar vertikal dasar laut selama gempa.



Simak Video "Gempa M 5,1 Guncang Banten, Tak Berpotensi Tsunami"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia