10 Negara Ini Terapkan Wajib Militer, Indonesia Pilih Komcad

Anatasia Anjani - detikEdu
Minggu, 02 Jan 2022 09:00 WIB
Upacara penetapan pasukan Komcad (Dok. Tim Dokumentasi Menhan Prabowo Subianto).
Foto: Upacara penetapan pasukan Komcad.
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB) Tjahjo Kumolo menegaskan, tak ada istilah wajib militer bagi aparatur sipil negara (ASN). Hanya saja ASN diharapkan untuk dapat terlibat dalam program pelatihan Komponen Cadangan dan itu pun tidak diwajibkan.

Sebelumnya, setelah Surat Edaran Menteri PANRB No. 27/2021 tentang Peran Serta Pegawai ASN sebagai Komponen Cadangan dalam Mendukung Upaya Pertahanan Negara diterbitkan, muncul kabar bahwa ASN harus mengikuti wajib militer.

"Di dalam SE No. 27/2021 tersebut tidak disebutkan bahwa ASN wajib mengikuti pelatihan Komponen Cadangan. Program pelatihan Komponen Cadangan bersifat sukarela, sehingga tidak ada yang menyebutkan bahwa ASN wajib mengikuti," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulisnya (29/12/2021).

Perlu diketahui terdapat beberapa negara yang melakukan wajib militer.

Daftar Negara yang Menerapkan Wajib Militer

1. Kuba - 24 bulan untuk pria berusia 17-28

2. Kolombia - 18 bulan untuk pria berusia 18-24 tahun

3. Denmark - Pelatihan 4-12 bulan untuk pria pada usia 18 tahun, memenuhi syarat untuk wamil aktif hingga usia 50 tahun.

4. Swiss - 245 hari (18 minggu pelatihan + enam penarikan 19 hari) untuk pria berusia 18-30

5. Austria - 6-9 bulan untuk pria berusia 18-50 tahun

6. Finlandia - 6-12 bulan untuk pria pada usia 18, cadangan hingga usia 60

7. Sudan Selatan - 12-24 bulan pada usia 18

8. Vietnam - 24-36 bulan untuk pria berusia 18-27 (wanita memenuhi syarat, tetapi tidak wamil)

9. Korea Utara - 10 tahun untuk pria dan 5 tahun untuk wanita pada usia 17

10. Korea Selatan - 21-24 bulan untuk pria berusia 18-28 (dijadwalkan turun menjadi 18-22 bulan sekitar tahun 2022)

Adapun, Komcad merupakan program pemerintah untuk memperkuat kekuatan dan kemampuan dari komponen utama pertahanan negara. Komponen Cadangan disiapkan untuk dapat dimanfaatkan ketika negara dalam kondisi darurat, seperti saat menghadapi ancaman perang dan bencana alam.

Hal ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional dan PP No. 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang No. 23/2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Adapun program pelatihan Komponen Cadangan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Pertahanan.

Tjahjo menjelaskan bahwa program pelatihan Komcad dan pelatihan bela negara merupakan dua hal yang berbeda. Program Bela negara wajib diikuti ASN.

"Oleh karenanya, tidak ada istilah wajib militer bagi ASN. ASN harus disiplin dalam mengutamakan kepentingan bangsa dan negara dan memiliki wawasan kebangsaan. Sehingga diperlukan berbagai upaya untuk pemahaman lebih lanjut mengenai bela negara," ujar Tjahjo.

Jadi wajib militer, Komcad, dan pendidikan bela negara merupakan hal yang berbeda.



Simak Video "Chen EXO Selesai Wamil Hari Ini, Fans Sambut dengan #HelloAgainCHEN"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia