Jenis Vaksin di Indonesia, Mana Vaksin untuk Anak SD?

Anatasia Anjani - detikEdu
Selasa, 21 Des 2021 14:30 WIB
Vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Boyolali, Jawa Tengah, dimulai hari ini. Sebanyak 95.426 anak menjadi target sasaran.
Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Indonesia memiliki beberapa jenis vaksin yang diizinkan oleh pemerintah dan digunakan oleh masyarakat. Namun tepatnya ada berapa jenis vaksin yang ada di Indonesia?

Simak penjelasan berikut yang dirangkum detikEdu:

1. Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac pertama kali datang di Indonesia pada Minggu (6/12/2020) sebanyak 1,2 juta dosis. Saat itu Presiden Joko Widodo mengatakan, masih ada jutaan dosis vaksin yang didatangkan dalam bentuk jadi maupun bahan baku.

"Artinya kita bisa segera mencegah meluasnya wabah COVID-19. Tapi untuk memulai vaksinasi masih memerlukan tahapan-tahapan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan," kata Jokowi lewat konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

2. Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca (AZ) merupakan vaksin yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Vaksin AZ bebas kandungan natrium dan mengandung jumlah alkohol yang jumlah 2 miligram alkohol (etanol) per dosis.

3. Vaksin Sinopharm

Vaksin Sinophram menggunakan bahan baku atau metode virus infaktif. Artinya, dalam ini terdapat virus penyebab COVID-19 yang sudah dilemahkan.

Vaksin Sinopharm diklaim tidak memicu infeksi, namun dapat merespons kekebalan tubuh.

4. Vaksin Moderna

Vaksin Moderna diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5%. Vaksin Moderna sendiri sudah mengajukan Emergency Use Authorization (EUA) ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebelum akhirnya diedarkan.

5. Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer sendiri diproduksi di Amerika Serikat dan Eropa. Saat ini Pfizer sudah mengajukan penggunaan EUA dan berdasarkan hasil uji coba, vaksin ini 95% efektif menangkal virus Corona.

Vaksin ini dapat digunakan mulai umur 12 tahun, sehingga diharapkan bisa meningkatkan capaian program vaksinasi. Saat ini vaksin dan protokol kesehatan lain menjadi upaya mencegah infeksi COVID-19.

6. Vaksin Novavax

Jenis vaksin di Indonesia selanjutnya adalah vaksin Novavax. Vaksin Novavax dibuat dengan teknologi dari virus penyebab flu (adenovirus) dari simpanse yang telah dimodifikasi.

Vaksin Novavx sendiri juga dikembangkan oleh AstraZenecca-Oxford.

7. Vaksin Johnson & Johnson

Vaksin Johnson&Johnson didapatkan Indonesia melalui kerja sama bilateral dengan Pemerintah Belanda. Vaksin ini juga telah memperoleh izin UEA dari BPOM dan dapat digunakan oleh masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

8. Vaksin Biofarma

Vaksin Biofarma memiliki kandungan profil dan khasiat. Vaksin ini memiliki keamanan yang sama dengan vaksin CoronaVac. Vaksin ini telah memperoleh izin EUA dari BPOM.

9. Vaksin Cansino

Vaksin Cansino dapat digunakan oleh penduduk berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini efektif mencegah gejala ringan hingga sedang akibat virus Covid-19. Vaksin Cansino memiliki efektifitas sebesar 90,1% yang didapat dari analisis hasil akhir studi Februari lalu.

10. Vaksin Zifivax

Vaksin Zifivax yang dibuat dan dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical asal China dengan platform rekombinan protein sub-unit. Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menerbitkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Covid-19 merek Zifivax pada 7 Oktober 2021 lalu.

Vaksin yang dipakai dalam program vaksinasi Indonesia ada 6 jenis yaitu Sinovac, Biofarma, Moderna, Pfizer, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Vaksin Covid-19 yang Cocok untuk Anak SD

Jenis vaksin untuk anak usia Sekolah Dasar yaitu 6-11 tahun berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) adalah vaksin Sinovac atau Coronavac. Hal itu disebutkan oleh Ketua IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) dalam rilis dari IDAI pada (2/11/2021).

"Pemberian imunisasi COVID-19 Coronavac ® pada anak golongan usia 6 tahun ke atas," ujar Piprim.

Menurut Piprim, Vaksin Coronovac® diberikan secara intramuskular. Maksudnya dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

Vaksin itu sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA). Penyuntikan vaksin dilakukan secara intramusklar (suntikan pada jaringan otot), dengan dosis sebanyak 0,5 ml sebanyak 2 kali dengan jarak minimal 28 hari.



Simak Video "Ditemani Spiderman, Anak-anak Tak Takut Disuntik Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(atj/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia