Profil Made Janur Yasa, CNN Hero yang Pahlawan Lingkungan

Anatasia Anjani - detikEdu
Rabu, 03 Nov 2021 11:30 WIB
Made Janur Yasa
Foto: CNN/Profil Made Janur Yasa, CNN Hero yang Pahlawan Lingkungan.
Jakarta - Salah satu CNN Hero 2021 adalah Made Janur Yasa, seorang pahlawan lingkungan dari Bali. Dia mencetuskan ide menukar sampah plastik dengan beras, yang menurutnya akan menguntungkan masyarakat.

Ide tersebut diawali pada bulan Mei 2020 lalu. Awalnya Yasa hanya menjalankan barter tersebut di desanya. Kemudian program tersebut menyebar ke desa-desa lainnya di Bali.

"Saya berpikir, jika berhasil di desa saya, itu akan berhasil di tempat lain juga. Saya menyadari hal ini menjadi lebih besar dari yang pernah saya bayangkan," kata Yasa yang dikutip dari laman CNN.

Program ini juga menyatukan kelompok lingkungan lokal yang disebut dengan Banjar. Mereka juga mengumpulkan plastik dari rumah, jalan, sungai, pantai, dan sekitarnya.

Setiap bulannya, warga membawa plastik yang ditukar dengan beras. Menurut Yasa dengan adanya program ini telah membantu untuk memberi makan ribuan keluarga dan mengumpulkan hampir 300 ton plastik untuk di daur ulang.

"Remaja datang dengan senyuman. Orang tua ada di sana. Anak-anak kecil datang dengan ibu mereka. Itu yang membuat saya terus maju, melihat mereka semua bersemangat," kata Yasa.

Yasa juga mengatakan barter sampah dengan beras didasari nilai kearifan lokal Bali. Nilai ini adalah Tri Hita Karana yaitu tiga cara untuk mencapai kebahagiaan, martabat, dan hubungan antar manusia.

Dalam program barternya, Yasa bekerja bergantung dari jumlah sampah yang dibawa masyarakat. Setiap kategori memiliki nilai yang berbeda. Program juga bekerja sama dengan perusahaan yang membutuhkankan daur ulang plastik.

"Kami membeli beras dari petani. Jadi, kami benar-benar menciptakan ekonomi sirkular ini, mendukung para petani dan kemudian kami juga membersihkan lingkungan dan memberi makan orang-orang di komunitas itu," jelas Yasa.

Menurut Yasa, orang-orang sangat enjoy melakukan barter plastik dengan sampah. Menurutnya mengambil sampah plastik adalah perbuatan yang menyenangkan. Sekarang program ini telah berjalan di dua ratus desa.

Secara umum orang-orang Bali sangat menyatu dengan alam. Mereka percaya alam merupakan jiwa mereka dan sangat peduli dengan lingkungan. Tetapi permasalahannya polusi plastik di Bali terjadi karena kurangnya edukasi dan praktek.

"Kami mencoba mengubah perilaku. Satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan adalah melalui pendidikan. Begitulah cara Anda mengubah kebiasaan orang. Metode saya menunjukkan kepada mereka contoh melalui tindakan. Kami mengedukasi masyarakat tentang cara memisahkan plastik," kata Yasa.

Dia juga mengatakan jika sampah sangat berbahaya bagi lingkungan yang dapat menyebabkan berbagai macam polusi lingkungan.

"Orang-orang di sini berkumpul dengan cara yang sangat, sangat baik. Jadi begitu orang dididik tentang cara membuang plastik dengan benar, mereka ingin membantu dan membuat perubahan di Bali," kata Yasa.

Simak Video "Kreasi Emak-emak Sulap Sampah Plastik Jadi Tikar "
[Gambas:Video 20detik]
(atj/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia