Jokowi Anugrahkan Gelar Pahlawan Nasional pada Usmar Ismail, Siapa Dia?

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 29 Okt 2021 11:40 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Jokowi Anugrahkan Gelar Pahlawan Nasional pada Usmar Ismail, Siapa Dia?
Jakarta - Presiden Joko Widodo menganugrahkan gelar Pahlawan Nasional pada empat tokoh Indonesia pada 10 November. Salah satunya adalah Usmar Ismail yang dikenal sebagai tokoh perfilman Indonesia.

Usmar IsmailUsmar Ismail Foto: (100 Tahun Susmar Ismail)

Usmar Ismail adalah sastrawan angkatan 1945 yang jadi panutan siapa pun di balik layar film tanah air. Dia juga dikenal sebagai penulis sajak, prosa, hingga naskah drama.

Dikutip dari buku Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan karya Choirotun Chisaan, Usmar Ismail lahir di Bukit Tinggi, Sumatra Barat pada 20 Maret 1921. Dia merupakan bungsu dari lima bersaudara.

Usmar menempuh pendidikan di sekolah rendah, lalu HIS, dan MULO (B) di Padang. Setelah lulus dari sekolah lanjutan pertama, Usmar melanjutkan studi di AMS Negeri A-II Yogyakarta. Dia juga terbang ke University of Carolina, Los Angeles untuk menekuni bidang sinematografi.

Sosok Usmar Ismail telah mencintai film sejak kecil, tidak hanya kuliah ketika dia berada di Los Angeles. Di sana Usmar memperdalam pengetahuannya mengenai film dan berkali-kali mampir ke Eropa Barat untuk mengikuti perkembangan perfilman.

Pahlawan Nasional ini awalnya menggemari film hanya sebagai tontonan saja. Namun ketika telah terjun dalam bidang tersebut, Usmar seakan setuju bahwa untuk menghasilkan sebuah film yang baik perlu memadukan ilmu pengetahuan dan oportunisme.

Saat Indonesia masih dijajah Jepang, Usmar sempat menjabat sebagai pegawai di Kantor Pusat Kebudayaan untuk propaganda Jepang. Demikian dilansir dari buku Bahasa Indonesia 2 SMA KElas XI tulisan Sri Sutarni & Sukardi.

Dia mendirikan perkumpulan sandiwara Maya pada 1943 sebagai bentuk ekspresi kebosanan atas sikap Jepang yang selalu memperalat. Usmar dibantu oleh seniman Abu Hanifah, Cornel Simandjuntak, dan Rosihan Anwar dalam mendirikan perkumpulan tersebut. Tak berhenti di sini, pada 1950 Usmar mempelopori terbentuknya Perusahan Film Indonesia (PERFINI).

Dalam berkarya, Usmar Ismail memiliki prinsip ketuhanan dan kebangsaan. Seni menurut Usmar harus mengabdi pada kepentingan nusa, bangsa, dan agama. Usmar juga sempat menjadi pimpinan majalah Patriot (kemudian bernama Arena) yang terbit dan beredar di Yogyakarta.

Karya Usmar Ismail yang bergelar Pahlawan Nasional dari Presiden Jokowi

1. Permintaan Terakhir, cerpen

2. Asokamala Dewi, cerpen

3. Puntung Berasap, kumpulan sajak

4. Sedih dan Gembira, kumpulan tiga drama berjudul Citra; Api; dan Liburan Seniman

5. Mutiara dan Nusalaut, drama

6. Pesanku, sandiwara radio

7. Ayahku Pulang , saduran dari Jepang dan pernah difilmkan sebagai Dosa Tak Berampun.

Berdasarkan buku Sejarah untuk Kelas XII milik Nana Supriatna, Usmar Ismail meninggal di Jakarta pada 2 Januari 1971. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional padanya ada dalam Keppres nomor 109 TK/2021 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Simak Video "Jokowi Akan Beri Gelar Pahlawan ke 4 Tokoh, Ada Umar Ismail"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia