Kisah Ammar, Lulusan Terbaik Bidikmisi ITS nan Kaya Kontribusi

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 14 Okt 2021 07:59 WIB
Mahasiswa ITS lulusan terbaik  Bidikmisi di wisuda ke-124.
Muhammad Ammar Asyraf berhasil menjadi lulusan terbaik Bidikmisi di wisuda ke-124 ITS. Foto: dok. ITS
Jakarta - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Ammar Asyraf berhasil menjadi lulusan terbaik Bidikmisi di wisuda ke-124 ITS. Ammar lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82.

Mahasiswa Departemen Teknik Fisika ITS ini semula masuk ITS lewat jalur SNMPTN dan mendapatkan beasiswa kuliah program Bidikmisi. Ammar bercerita, pilihannya masuk departemen tersebut karena kesukaannya pada bidang matematika dan fisika.

Dikutip dari laman ITS, Ammar rupanya tidak hanya menjadi lulusan terbaik dari Bidikmisi ITS pada wisuda ke-124. Semasa kuliah S1, ia rupanya memberikan sederet kontribusi kepada masyarakat.

Ammar bercerita, sejak tahun pertama kuliah, ia rajin ikut kompetisi seperti di Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) hingga berhasil mendapat pendanaan. Salah satu ide Ammar yang terwujud yaitu memperkenalkan dan memodifikasi model pembelajaran fisika.

"Dengan cara yang lebih asyik, agar lebih disukai anak sekolah," kata Ammar, dikutip dari laman ITS, Rabu (13/10/2021).

Ammar dan tim juga membuat speech enhancement berbasis machine learning pada simulasi implant koklea pada lingkungan noisy reverberant di tahun keempat perkuliahan. Karya penelitiannya ini diikutkan dalam Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE).

Speech enhancement buatan Ammar dan tim merupakan sebuah alat bantu untuk memperjelas informasi yang didengar dan mengurangi efek kebisingan di ruangan maupun di tempat ramai. Ide Ammar dan tim ini juga berhasil meraih pendanaan Rp 6 juta.

Ammar mengatakan, penelitian tersebut dilanjutkannya dalam skripsi. Mahasiswa program magister pada Departemen Teknik Fisika Rekayasa Instrumentasi Industri ITS ini mengatakan, ia juga berencana mengembangkan karya dari skripsi tersebut pada tesis S2-nya.

Di sela kelas semasa S1, ia juga aktif di organisasi kampus dan himpunan mahasiswa di tahun kedua dan ketiga kuliah. Dari kesibukannya, Ammar mengaku masih harus lebih mempraktikkan manajemen waktu.

Ia menuturkan, untuk menyiasatinya, Ammar berupaya fokus saat kelas berlangsung dan melakukan rapat secara efisien. Dengan demikian, ia sudah mendapatkan informasi lengkap seusai kelas maupun rapat.

Ammar menambahkan, berbagai pelatihan dari kampus sangat membantunya dalam melakukan manajemen waktu yang baik. Upaya ini, lanjutnya, didorong dengan motivasi saat dia tertekan tugas.

"Menjaga motivasi diri kala sedang tertekan banyaknya tugas itu juga penting," kata Ammar.

Bagi Ammar, mahasiswa memiliki amanah dan tanggung jawab kepada masyarakat, sehingga jangan sampai menyiakan waktu kuliah dan jangan berhenti ketika gagal.

"Setiap orang memiliki jalan kesuksesan masing-masing dan tidak perlu membandingkan dengan yang lain," tutupnya.

Simak Video "Fleksibilitas Universitas Terbuka Membawa Mahasiswanya Berprestasi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia