Gaji Software Engineer Capai Rp 4 M Setahun, Kok Bisa?

Novia Aisyah - detikEdu
Selasa, 12 Okt 2021 10:30 WIB
ilustrasi komputer, hacker
Foto: GettyImages/Gaji Software Engineer Capai Rp 4 M Setahun, Kok Bisa?
Jakarta - Gaji Software Engineer bisa mencapai Rp 4 M setahun di Jerman. Besarnya gaji profesi ini dikisahkan YouTuber Mommy Tarigan, yang suaminya bekerja sebagai seorang software engineer.

Suami Mommy Tarigan menjelaskan, makin banyak perusahaan yang mengubah sistemnya menjadi digital. Apalagi, dalam perusahaan ada banyak sekali sistem yang saling terkait.

"Juga tidak usah jauh-jauh, kita sendiri sebagai konsumen menggunakan banyak aplikasi online untuk misalnya belanja, tracking barang yang dikirimkan kepada kita. Jadi semakin banyak software engineer yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut," kata sang suami, dikutip dari HaiBunda, pada Selasa (12/10/2021).

Menurut sang suami, dia bahkan saya punya teman yang direkrut langsung dari Indonesia untuk bekerja di sini. Para ahli biasanya punya keahlian khusus, yang kandidatnya susah dicari di Jerman.

Bagaimana gaji software engineer bisa mencapai Rp 4 M?

Soal gaji, suami Mommy Tarigan menyarankan sebaiknya cek dulu di situs yang memberi informasi tersebut. Menurut LinkedIn, gaji rata-rata untuk seorang software engineer di Jerman adalah 54 ribu Euro atau sekitar Rp 901 juta per tahun.

Ada beberapa hal yang menyebabkan gaji seorang software engineer. Faktor ini kemungkinan juga mempengaruhi besaran gaji di profesi lain dengan berbagai kompetensi.

"Misalnya saja Berlin dan Munich. Biaya hidup di Munich itu jauh lebih tinggi dibandingkan di Berlin, jadi gajinya disesuaikan juga. Berdasarkan website LinkedIn, misalnya untuk di Berlin range-nya adalah dari 41 ribu Euro sampai 70 ribu Euro per tahun. Sedangkan di Munchen itu dari 44 ribu sampai 76 ribu Euro (Rp 734 juta-Rp 1,2 M) setahun," kata Mommy Tarigan.

Di samping itu, perbedaan perusahaan juga bisa menyebabkan perbedaan gaji yang signifikan. "Dan gaji yang saya kasih tahu ini adalah basic salary. Seringkali perusahaan memberikan kompensasi tambahan seperti saham atau bonus uang. Sehingga membuat total kompensasinya menjadi lebih menarik," tambahnya.

Gaji software engineer di Jerman, menurut suami Mommy Tarigan bisa sampai Rp 4 miliar per tahun. Meski begitu, faktor perusahaan besar atau multinasional yang memberi kompensasi tambahan, kembali menentukan.

"Misalnya dalam bentuk saham atau uang dan kompensasi tambahan ini bisa besarnya signifikan, Bunda. Terutama, kepada orang-orang yang sudah berpengalaman atau memiliki keahlian khusus," katanya.

Soal gaji, suami Mommy Tarigan juga mengingatkan bahwa yang terpampang di situs-situs seperti Glassdoor dan semacamnya ini masih berupa gaji bruto. Jadi, gaji bruto software engineer di Jerman masih akan dipotong iuran pensiun, pajak, asuransi kesehatan, dan lainnya.

Besar potongan tersebut juga bermacam-macam, dari 14% sampai 45%. Besar potongan ditentukan dengan besarnya gaji, status menikah, dan apakah memiliki anak atau tidak.

Namun, meski potongan gaji cukup terasa, Mommy Tarigan menjelaskan manfaat ketika bekerja di Jerman juga besar. Ia menyebutkan pendidikan di sana gratis dari TK sampai kuliah. Terlebih, tak perlu pusing saat sakit karena biayanya sudah tertutup asuransi.

Detikers yang ingin menyimak kisah pasangan ini di Jerman lebih jauh lagi, bisa klik di sini ya.

Simak Video "Dipha Barus Sindir Budaya 'Oversharing' Lewat Single 'Keep It Hush'"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia